BPOM dan Polda Kalsel Sikat Jamu Ilegal Senilai Rp 79 Juta Lebih

Total temuan selama operasi obat tradisional tanpa izin edar mengandung bahan kimia sebanyak 2.334 botol senilai Rp79,810.000

Tayang:
Penulis: Irfani Rahman | Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Total temuan selama operasi obat tradisional tanpa izin edar mengandung bahan kimia sebanyak 2.334 botol 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Peredaran obat dan bahan makanan tanpa izin edar yang bisa merugikan masyarakat terus dilaksanakan baik kepolisian maupun Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Banjarmasin.

Ternyata BPOM Banjarmasin dan Polda Kalsel baru-baru ini sudah melaksanakan operasi Pangea IX Tahun 2016.

Kepala Seksi Penyidikan BPOM Banjarmasin, Bambang Hery Purwanto mengungkapkan, Badan POM kembali ditunjuk oleh NBC Interpol Indonesia sebagai focal point dalam melaksanakan Operasi Pangea IX Tahun 2016

"Secara resmi Operasi Pangea IX 2016 diselenggarakan serentak di seluruh dunia pada Mei - Juni 2016," ucap Bambang.

Dimana dalam Operasi Pangea ini Balai Besar POM di Banjarmasin bersama-sama dengan Satgas Pemberatasan Obat dan Makanan Ilegal dari Polda Kalsel melaksanakan giat dari Mei-Juni khususnya di wilayah Pelaihari dan Batulicin.

Menurutnya, sebelum dilaksanakan operasi terlebih dahulu BPOM Banjarmasin melakukan identifikasi terkait adanya penjualan obat ilegal termasuk palsu yang dijual online melalui situs/website internet di wilayah Kalsel.

"Dari informasi tersebut kita lakukan investigasi awal guna memverifikasi produk dan alamat penjual-penjual tersebut di Pelaihari dan Batulicin," jelas Bambang seraya mengatakan operasi dari 28 Mei hingga 4 Juni.

Total temuan selama operasi obat tradisional tanpa izin edar mengandung bahan kimia sebanyak 2.334 botol senilai Rp79,810.000. Ini terdiri dari jamu madu Kianceng asam urat 555 botol, jamu madu Kianceng pegal linu 1.150 botol, jamu tawon Kianceng 417 botal dan jamu singa super 188 botol.

"Penemuan itu di enam tempat yang tersebar di Tala dan Tanbu, dan kita temukan di rumah tinggal bukan toko," papar Bambang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved