IHSG Diprediksi Lanjutkan Reli Penguatan, Rupiah Masih Rentan

Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis (23/6/2016) namun dalam rentang yang

Editor: Ernawati

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis (23/6/2016) namun dalam rentang yang terbatas. Pasalnya, indikator teknikal indeks masih menunjukkan adanya sinyal pergerakan positif.

Lanjar Nafi, analis Reliance Securities mengatakan, secara teknikal IHSG telah mulai menyentuh area upper bollinger bands. Indikator stochastic pun mulai memasuki area overbought dengan penyempitan ruang pergerakan mendekati signal dead-cross yang mulai terlihat sedangkan indikator RSI yang baru saja berhasil break out MA15 dari momentumnya masih memberikan signal positif yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, dia memperkirakan IHSG masih akan bergerak menguat terbatas dengan range pergerakan 4.846-4.920. "Saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya ACES, BBCA, BBTN, BMTR, INDF, JSMR." kata Lanjar dalam riset yang diterima KONTAN, Kamis (23/6).

Pada perdagangan kemarin (22/6), IHSG bergerak cenderung menguat tertahan dengan ditutup menguat 18.14 poin atau 0.37% di level 4.896,85 dengan volume yang cukup tinggi hingga 7.7 triliun lembar saham. Aksi beli investor asing kemarin membawa dampak positif dan kembali mampu mendorong IHSG.

Sektor aneka industri memimpin penguatan disusul oleh sektor trading. Investor asing masih tercatat melakukan aksi beli sebesar Rp 341.75 miliar meskipun nilai tukar rupiah sempat tertekan hingga 0.28% di saat mata uang regional dan global menguat menjelang laporan persediaan minyak di AS yang diperkirakan kembali menurun hingga 1.5 juta barrel.

Bursa Asia ditutup mixed dengan penguatan pada bursa saham di China dan pelemahan pada bursa saham di Jepang. Penguatan Yen hingga 0.3% kemarin menjadi penekan bursa Jepang di saat bursa Hong Kong, shanghai dan Singapura kembali melonjak hampir 1%.

Harga komoditas rata-rata menguat dipimpin oleh harga minyak dan tembaga. Hasil survey Brexit yang turun menjadi 26% dari 43% mampu membawa kembali optimisme pasar.

Bursa Eropa dibuka terkonsolidasi menguat seiring penguatan nilai tukar pondsterling yang merefleksikan penurunan survey brexit hingga 26% dari 43% ditambah menguatan harga minyak yang mampu menekan laju USD. Investor masih akan terus memantau hasil referendum di UK yang akan diselenggarakan hari ini.

Sementara, ketidakpastian global turut menyeret kurs rupiah terhadap USD. Di pasar spot Rabu (22/6), rupiah terkikis 0,27% ke 13.283 dibandingkan hari sebelumnya. Kurs tengah Bank Indonesia, rupiah terkoreksi 0,09% menjadi 13.298.

Albertus Christian, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, menyampaikan, perhatian pelaku pasar tersedot ke referendum Brexit, Kamis (23/6). Ini menimbulkan aksi pengalihan risiko yang mengikis mata uang emerging market seperti rupiah.

Pelaku pasar juga menangkap sinyal penurunan ekspor Indonesia ke Eropa akibat Brexit. “Ditambah aksi profit taking setelah rupiah menguat kemarin,” tutur Christian.

Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk, menambahkan, dari sisi fundamental rupiah positif dan stabil. Namun, faktor eksternal lebih mendominasi.

Semakin dekat dengan referendum Brexit, pasar berburu aset safe haven termasuk valas seperti yen, USD dan swiss franc. Pasar menunggu testimoni Gubernur The Fed Janet Yellen pada Rabu (22/6) malam.

Prediksi Rully rupiah hari ini bergulir antara 13.275–13.350. Christian menebak, di 13.240–13.330.

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved