Nyanyian Kode Changcuters

RAMBUT klimis, plus seragam jaket dan celana ketat, menjadi trademark The Changcuters sejak awal menyapa ranah musik Tanah Air

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id
BPost edisi cetak Sabtu (25/6/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - RAMBUT klimis, plus seragam jaket dan celana ketat, menjadi trademark The Changcuters sejak awal menyapa ranah musik Tanah Air, pada 2005. Gaya rock n’ roll-nya mengingatkan pada Rolling Stones atau Wonders pada era 1960-an.

Berdirinya band asal Bandung ini bermula dari persahabatan Dipa (bass), Tria (vokal) dan Qibil (gitar) semasa kuliah. Berikutnya, Qibil mengajak dua teman semasa SMA, Alda (gitar) dan Erick (drum) ikut bergabung.
Dengan bantuan Uki ‘Noah’, yang ketika itu masih bersama Peterpan, ke-lima anak muda ini merilis album musik perdana pada 2006 dengan judul Mencoba Sukses. Sayang, album tersebut gagal sukses. Namun mereka tak patah arang.

Saat sedang jaya-jayanya, berbagai acara musik di sejumlah stasiun televisi Indonesia berbondong-bondong menawarkan The Changcuters untuk tampil menghibur penonton. Berbagai merek mengontrak Tria dkk sebagai model iklannya.

Lagu I Love You Bibeh pun turut menjadi salah satu soundtrack film tersebut. Sontak album ke-dua mereka terjual lebih dari 75 ribu buah. The Changcuters berhasil meraih penghargaan sebagai Band Pendatang Baru Terbaik di AMI Awards 2009.

The Changcuters dikabarkan akan segera merilis album ke-enam bertajuk Binauralis. Album ini merupakan sebuah lanjutan trilogi ke-dua setelah album Visualis yang dirilis di pengujung 2013.

Sebagai perkenalan album Binauralis, The Changcuters lebih dulu mengeluarkan single berjudul Hmmm Sudah Kuduga. Lagu ini merupakan sebuah ‘nyanyian kode’ untuk mengasah insting pendengar yang menyimaknya secara seksama.

Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Sabtu (25/6/2016) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved