Breaking News:

Mengharukan, Tak Mampu Bayar Ambulans Pasutri Ini Bawa Jenazah Bayinya Naik Motor

Mereka tidak mampu membayar jasa ambulance bahkan KTP-nya ditahan oleh pihak RSUP Sanglah, dan akan diberikan jika sisa tunggakan biaya pengobatan dil

Editor: Ernawati
Tribun Bali/Sarah Vanessa Bona
I Wayan Sujana dan Ni Wayan Sari saat menggendong jenazah bayinya yang meninggal dunia, Sabtu (2/7/2016) akibat cacat bawaan, yakni tak memiliki lubang anus. Dari RSUP Sanglah, mereka menuju ke rumahnya di dekat kaki Gunung Agung di Karangasem. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALI - Pengalaman pasangan suami istri (pasutri) I Wayan Sujana (45) dan istrinya Ni Wayan Sari (40) ini tidak pernah diharapkan oleh keluarga manapun.

Sudah kehilangan bayi karena menderita kelainan Atresia Ani (Lahir tanpa anus), pasutri ini harus membawa mayat bayi pulang ke rumah menggunakan sepeda motor dari RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, ke rumah mereka di Bebandem, Kabupaten Karangasem, Sabtu (2/7/2016) sore.

Mereka tidak mampu membayar jasa ambulance bahkan KTP-nya ditahan oleh pihak RSUP Sanglah, dan akan diberikan jika sisa tunggakan biaya pengobatan dilunasi.

Total biaya pengobatan bayinya di RSUP Sanglah sekitar Rp 11 juta namun baru dibayar Rp 3 juta, sehingga masih berhutang Rp 8 juta.

Sanak-saudara sudah membantu tapi tidak banyak, karena kondisi mereka juga kurang mampu. Seorang tetangga yang berpunya memberinya pinjaman.

Tak lama setelah tiba di rumah, jenazah bayi yang belum diberi nama itu dikubur di Setra Banjar Yeh Kori.

Sujana belum berpikir soal kapan pengabenan bayinya itu.

“Kalau sudah ada uang pasti diaben. Ini sekarang masih sedang memikirkan bagaimana melunasi hutang biaya perawatan di RSUP Sanglah serta pinjaman ke tetangga,” kata Sujana yang sehari-hari bekerja sebagai petani bambu, Sabtu (2/7/2016).

Awalnya, ketika masih di Sanglah dan berkomunikasi dengan pihak keluarga di Karangasem, Sujana berencana memakamkan bayinya itu tanggal 5 Juli. Namun, rencana berubah dan akhirnya jenazah bayi itu dikuburkan kemarin.

Saat masih menanti izin membawa pulang jasad bayinya dari RSUP Sanglah, Sujana dan Wayan Sari sempat didatangi seseorang yang mengaku utusan dari Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved