Anggota DPRD banjarmasin ke swedia
Wow, Hj Ananda, Wakil Rakyat Cantik Ini Diundang ke Swedia
Berawal dari dunia model lalu Ananda pindah haluan ke panggung politik
Penulis: Khairil Rahim | Editor: Royan Naimi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Berawal dari dunia model lalu Ananda pindah haluan ke panggung politik hasilnya dua profesi yang bertolak belakang itu bisa dijalaninya dengan karier yang gemilang. Di dunia model, puncak karier perempuan cantik ini bisa menyabet empat gelar di ajang Putri Indonesia 2006.
Sedang di politik selain duduk sebagai anggota DPRD kota Banjarmasin dua periode, Ananda jadi satu-satunya perempuan Banua tampil di Local Political Leaders, Capacitating Women in Politics. Atas prestasinya itu pula, Nanda sapaan akrabnya berkesempatan "magang" di parlemen Swedia pada Oktober 2016 nanti.
Nanda menjelaskan kegiatan ini merupakan program pemerintah Swedia dimana Setiap tahun dipilih 25 org pemimpin wanita di tingkat lokal dari beberapa negara untuk bergabung di program ini.
"Yang meadakan program ini Swedish International Centre for Local Democracy jadi semua biaya ditanggung oleh Pemerintah Swedia. Program ini lamanya18 bulan," kata perempuan kelahiran Banjarmasin 3 Juni 1984 ini.
Sebelum ke Swedia, Nanda terlebih dahulu mengikuti workshop di Kenya yang sudah dilaksanakan pada 10-15 April lalu. Tujuan dari program ini kata Nanda supaya pemimpin wanita bisa merumuskan bersama-sama apa yang menjadi kendala bagi wanita untuk bisa mendapatkan posisi yang penting di pemerintahan baik itu di eksekutif maupun legislatif.
Program ini juga sebagai sarana para pemimpin wanita bertukar pendapat, berinteraksi dan saling menginspirasi. Tahun ini Indonesia diwakili oleh dua politikus perempuannya, Nanda dan Siti Khadijah dari Tanggerang. "Ada 26 orang partisipan yaitu dari Georgia, India, Indonesia, Kenya, Macedonia, Namibia, serbia, South afrika, Tanzania, Turki, Uganda, Ukraina dan Zambia," jelas dia.
Banyak pemimpin-pemimpin wanita yang mendapatkan posisi yang lebih baik setelah mendapatkan pelatihan ini seperti menjadi Ketua Dewan, walikota dan bahkan gubernur. Nanda mengakui tidak mudah ikut program ini karena harus melewati beberapa tahapan seleksi. Awalnya lanjut dia setelah mengetahui program ini dia antusiasuntuk ikut Dengan cara mendaftar formulir pemimpin perempuan didaerah via wibsite email. "
Ada beberapa kriteria perempuan yang boleh mendaftar mulai dari anggota DPRD, kepala dinas, walikota hingga gubernur," sebut dia. Setelah mendaftar pada 31 Januari dengan segala persyaratannya Nanda dinyatakan lulus dantinggal wawancara langsung meski via telepon.
"Yang menelpon dari orang Swedia langsung. Banyak hal yang ditanyakan intinya soal komunikasi kita berbahasa Inggris. Untungnya saya pernah tinggal di Kanada jadi fasih berbahasa Inggris," ucap istri dari dr Aulia Ramadhan Supit ini.
Lalu apa saja persiapannya sebelum magang di kantor dewan Swedia, Nanda mengaku sudah siap lahir batin termasuk fisik dan relaberpisah selama dua minggu denga keluarga. "Untungnya lagi suka juga suka masakan barat yang halal jadi kata orang jika ke luar negeri harus bawa beras tidak perlu dilakukan. Sayajuga bawa baju tebal dan vitamin mengantisipasi musim didingin disana," lanjut dia.
Pengalaman Nanda yang pernah tinggal selama setahun di Kanada dalam rangka pertukaran program pertukaran mahasiswa saat dia jadi mahasiswi Fakultas Kedokteran ULM lalu juga jadi masukannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/ananda-bekerja-di-swedia_20160707_104321.jpg)