Pasca-Lebaran Sampah Menggunung di Kota Samarinda
Masalah baru muncul di tengah suasana Lebaran Idul Fitri di Kota Samarinda
BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Masalah baru muncul di tengah suasana Lebaran Idul Fitri di Kota Samarinda.
Kali ini sampah menjadi perkara yang mengganggu kenyamanan warga yang melintas di jalan. Tengok saja tumpukan sampah di kawasan Pasar Kedondong, bilangan Jalan Teuku Umar dan Jalan Martadinatara Teluk Lerong.
Dari pantauan Tribunkaltim.co, tampak pembiaran sehingga sampah menggunung hingga badan jalan. Tak hanya mengganggu karena memotong sebagian jalan pengendara, namun aroma tak sedap turut tercium saat pengendara melintas.
Dalam kesempatan wawancara bersama warga, Hardi (36) seorang penjual makanan persisi di depan Kantor DPRD Kaltim mengaku sampah yang tepat di depan warung jualannya tersebut telah menumpuk selama tiga hari.
Setelah dikorek, dirinya sempat ngobrol kepada petugas DKP yang biasa melakukan pembersihan di TPS Jalan Teuku Umar Kelurahan Loa Bahu.
Dari informasi yang ia dapat dari para petugas DKP tersebut, mereka sengaja tak mengangkut sampah tersebut akibat perkara uang lemburan yang tak keluar.
"Katanya sih, pada mogok kerja. Uang lemburnya gak keluar. Lihat tuh sudah makan setengah jalan," keluh penjual soto ayam Bojonegoro tersebut kepada Tribunkaltim.co.
Hal tersebut tak ayal berdampak pada jumlah pelanggan yang datang ke usaha yang dirintisnya selama 6 tahun tersebut.
"Selain pemandangan tak mengenakkan, bau tak sedap juga menggangu. Orang lebaran malah gak diangkut itu sampah," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/tumpukan-sampah_20160710_104342.jpg)