Program Sentralisasi PON Kalsel Molor, Administrasi Internal KONI "Kacau"
Kegiatan sentralisasi untuk memaksimalkan persiapan menyongsong ajang PON 2016 diundur dua pekan dan dijadwalkan akan digelar pada 27 Juli mendatang.
Penulis: Aprianto | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - PROGRAM sentralisasi KONI Kalsel menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat yang dijadwalkan 15 Juli gagal terlaksana.
Kegiatan sentralisasi untuk memaksimalkan persiapan menyongsong ajang PON 2016 diundur dua pekan dan dijadwalkan akan digelar pada 27 Juli mendatang.
Dengan mundurnya program sentralisasi itu, sejumlah cabang olahraga yang akan melakukan program sentralisasi bisa bernapas lega dan tidak tergesa-gesa dalam melakukan program try out.
Ketua harian KONI Kalsel HM Welny membenarkan terkait dengan mundurnya pelaksanaan sentralisasi KONI Kalsel yang awalnya dilaksanakan pada 15 Juli mundur menjadi 27 Juli.
"Mundurnya pelaksanaan sentralisasi dikarenakan belum selesainya masalah administrasi internal KONI Kalsel. Seperti lokasi penginapan untuk sentralisasi," katanya, Senin, (11/7).
Menurutnya dengan mundurnya sentralisasi itu, para cabor yang akan melakukan program try out bisa menyesuaikan dengan jadwal sentralisasi yang ada.
"Program try out bisa disesuikan dengan jadwal sentralisasi yang ada. Intinya program try out bisa dilakukan sebelum sentralisasi dilaksanakan pada 27 Juli," lanjutnya.
Sekretaris KONI Kalsel H Sarmidi menambahkan bahwa untuk pencanangan sentralisasi akan dilaksanakan pada 23 Juli.
Dana sentralisasi untuk tiap atlet sebesar Rp 325 ribu perharinya. Dana ini untuk akomodasi dan konsumsi atlet selama program sentralisasi.
"Program sentralisasi dilaksanakan selama 45 hari terhitung dari 27 Juli hingga 9 September," tambahnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/skuat-pra-pon-kalsel_20151102_063206.jpg)