Kalbar Tolak Impor Jeroan

Dinas Kehewanan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, memastikan menolak pasokan impor jeroan ke Kalbar yang merupakan kebijakan baru dari

Editor: Ernawati
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Abdul Manaf 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Kehewanan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, memastikan menolak pasokan impor jeroan ke Kalbar yang merupakan kebijakan baru dari pemerintah pusat.

"Kita menolak karena pemenuhan bahan baku untuk pedagang bakso dan rumah makan masih terpenuhi, dari pemotongan lokal. Ini menggambarkan pangsa pasar yang belum meningkat," ujar Kepala Dinas Kehewanan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Abdul Manaf Mustafa, kepada wartawan, Senin (18/7/2016).

Menurut Manaf, jeroan kalau dilihat dari aspek kesehatan tidak terlalu baik untuk kesehatan.

"Jeroan ini menjadi media masuknya penyakit. Karena itu dia menilai tidak baik untuk mengkonsumsi hati, paru-paru yang merupakan komponen dari jeroan," jelasnya.

Manaf menuturkan, dampak dari makan jeroan sendiri yaitu memicu kolesterol tinggi. Maka lebih baik memakan atau mengkonsumsi daging yang kolesterolnya lebih rendah.

"Maka kita juga belum menerima infor jeroan tersebut," ujarnya.

Selain itu penyebab tingginya kolesterol bukan dampak dari mengonsumsi daging melainkan cara mengolahnya. Masak dengan santan itu jelas Manaf, menambah kolesterol.

"Belum lagi jeroan dicampur dengan daging. Sementara di luar negeri barang ini tidak dimakannnya makanya harganya murah," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved