Kasus MH17: Malaysia Airlines Capai Kesepakatan Dengan Keluarga Korban

Malaysia Airlines telah mencapai kesepakatan dana kompensasi dengan keluarga sebagian besar korban kecelakaan MH17, ungkap pengacara

Kasus MH17: Malaysia Airlines Capai Kesepakatan Dengan Keluarga Korban
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso
Herry Kardia, kakak tertua Vickyline Kurniati Kardia (39), dan istri Herry, Enni Nurbayanti. Vicky adalah salah seorang warga negara Indonesia yang menumpangi pesawat Malaysia Airlines MH 17 rute Amsterdeam - Kuala Lumpur. Pesawat yang ditumpangi Vicky, ditembak jatuh di Ukraina. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Malaysia Airlines telah mencapai kesepakatan dana kompensasi dengan keluarga sebagian besar korban kecelakaan MH17, ungkap pengacara yang mewakili para korban, Veeru Mewa.

Pesawat MH17 ditembak jatuh dua tahun yang lalu di atas wilayah Ukraina yang dikuasai separatis pro-Rusia, menewaskan semua 298 orang di dalamnya, sebagian besar dari mereka adalah warga Belanda.

Terdapat delapan penumpang warga Indonesia dalam pesawat itu.

Media Belanda mengatakan tidak ada rincian lebih lanjut karena kedua belah pihak telah sepakat untuk menjaga kerahasiaan kesepakatan itu.

Sebuah upacara peringatan diadakan untuk para korban pada hari Minggu (17/7) dekat Schiphol, Belanda.

Dalam ketentuan Konvensi Montreal, yang mengatur perjalanan udara, maskapai penerbangan harus membayar ganti rugi hingga sekitar $145.000 (Rp1,9 miliar) untuk keluarga korban, untuk setiap kecelakaan.

Berapa persisnya dana yang dibayarkan pada setiap individu, tergantung penyebab kecelakaan.

Jaksa Belanda mengatakan mereka masih menunggu informasi dari Rusia tentang jatuhnya pesawat MH17.

Barat dan Ukraina mengatakan pemberontak dukungan Rusia adalah pelakunya, tetapi Rusia justru menuduh pasukan Ukraina.

Penerbangan MH17 dari Amsterdam ke Kuala Lumpur jatuh pada 17 Juli 2014 di tengah puncak konflik antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis pro-Rusia.

Tahun lalu, sebuah laporan tim penyelidik Belanda menyimpulkan itu jatuh oleh rudal buatan Rusia, tapi tidak mengatakan siapa yang meluncurkannya

Sejumlah keluarga korban menggugat Rusia dan Presiden Vladimir Putin di Pengadilan HAM Eropa.

Secara terpisah, keluarga dari enam anggota awak Malaysia Airlines yang tewas
mengajukan gugatan pada Kamis pekan lalu, menyalahkan maskapai atas tragedi tersebut.

Mereka menuduh perusahaan telah lalai dan melanggar kontrak.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved