Dukung Raisa, Hapus Larangan Berhijab dalam Kompetisi Basket!
Raisa menganggap peraturan itu tidak masuk akal, sebab pemakaian hijab menurutnya sama sekali tidak mempengaruhi skill seorang pemain basket.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Pebasket profesional dari Indonesia, Raisa Aribatul Hamidah, baru saja membuat sebuah petisi yang meminta FIBA untuk menghapus larangan hijab tersebut.
Petisi di change.org yang dia beri judul "Hapuskan Larangan Memakai Hijab dalam Kompetisi Bola Basket" itu dibuat pada 17 Juli lalu.
Dalam petisinya, Raisa menceritakan ia beberapa kali gagal bertanding di level internasional gara-gara larangan itu.
Padahal dari kecintaannya terhadap basket telah mengantar Raisa hingga mendapat beasiswa di kampusnya.
Raisa menganggap peraturan itu tidak masuk akal, sebab pemakaian hijab menurutnya sama sekali tidak mempengaruhi skill seorang pemain basket.

"Saya meminta anda untuk menandatangani petisi hari ini untuk menuntut FIBA merubah aturan larangan memakai penutup kepala. Tanda tangan anda akan sangat membantu kami, Insya Allah FIBA akan mengubah aturan sehingga semua pemain di seluruh dunia akan diberikan kesempatan yang sama untuk bermain basket profesional di luar negeri dan untuk mewakili negara mereka di kompetisi Internasional" tulisnya dalam isi petisi.
Untuk diketahui pemakaian headgear seperti hijab dilarang oleh International Basketball Federation (FIBA) dengan alasan mengurangi resiko cedera dalam aturan resmi mereka (dan yang pakai berarti melanggar aturan).
Pada peraturan Tiga – Pasal 4 tentang Tim, Poin 4.4 tentang Perlengkapan Lainnya, tertulis:
“4.4.2. Pemain tidak boleh memakai perlengkapan (benda-benda) yang dapat menyebabkan pemain lain cedera. Antara lain: tutup kepala, asesoris rambut dan perhiasan”
FIBA mengatakan bahwa aturan ini untuk alasan keamanan pemain, tapi dimana bukti klaim ini?
Di cabang olahraga sepakbola, pada tahun 2012 FIFA memberikan tenggat waktu sebagai masa uji coba dan mereview kembali aturan tersebut.

Dari masa uji coba tersebut, tidak didapatkan bukti yang kuat bahwa penutup kepala dapat membuat cedera pemain, sehingga FIFA benar-benar menghapus larangan tutup kepala selama pertandingan.
Nah, jika kalian setuju dengan Raisa dan ingin membantu mewujudkan impiannya main di level internasional, kamu bisa ikut tandatangani petisinya disini change.org.
Sebenarnya tahun 2014 lalu juga sudah ada petisi serupa untuk FIBA, tapi federasi itu belum juga kunjung mengubah aturannya terkait hijab hingga sekarang. (http://indonesia.coconuts.co)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pebasket-profesional-dari-indonesia-raisa-aribatul-hamidah_20160722_160100.jpg)