Mahasiswi MIPA ULM Raih Penghargaan Internasional di Korea

Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali membawa harum nama Kalsel dan ULM di antara universitas lainnya di dunia.

Penulis: Irfani Rahman | Editor: Elpianur Achmad
Istimewa
Rizki mahasiswa MIPA ULM 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali membawa harum nama Kalsel dan ULM di antara universitas lainnya di dunia.

Pasalnya salah satu mahasiswinya Prodi S1 Farmasi MIPA yakni Rizki Hardianti memperoleh penghargaan "Most Actice Individual" dalam perlombaanPatient Counseling Event (PCE) yang diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Students' Federation (IPSF) di Korea .

Rizki sendiri menyisihkan ratusan peserta yang ikut lomba ini. Saat berbincang dengan Rizki yang berada di Korea, ia mengungkapkan perlombaan ini sebenarnya dilakukan secara online dari tanggal 10 April sampai 1 Mei lalu,

"Mekanismenya setiap 2 minggu akan ada kasus yang beragam mengenai keadaan pasien dan sebagai seorang farmasis apa yang harus kita lakukan untuk mencapai pengobatan yang rasional, aman dan efektif," tutur gadis kelahiran 28 Februari 1994 ini.

Menurut Rizki yang saat dihubungi berada di Malaysia untuk pertanyaan sendiri memang masalah kefarmasian. Dimana zaman semakin berkembang, arus globalisasi makin deras dan menuntut seorang farmasis untik memberikan pelayanan yang maksimal kepada pasien,

Tujuannya untuk mengoptimalisasikan terapi pengobatan yang akan diberikan.

"Sehingga untuk saat ini sudah bukan zamannya lagi farmasis hanya berada di belakang layar inilah waktu yang tepat untuk farmasis unjuk gigi dengan kemampuannya sebagai Profesi Pilar Pengobatan," jelasnya.

Selain itu farmasis yang dibutuhkan adalah yang mampu bermain perannya secara aktif untuk berkomunikasi kepada pasien, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya dengan tujuan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

"Untuk mendapatkan penghargaan ini saya bener-bena memperhatikan keluhan pasien dan penyebab keluhannya. Tentunya hal tersebut bisa digali dengan menjalin komunikasi yang searah dan santai dan jangan terkesan seperti menginterogasi," paparnya. (dwi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved