Otomotif

Mitsubishi Merugi Rp 634 Miliar Dalam Tiga Bulan

Ini terjadi di tengah penjualan domestik mobil kompak yang terjun bebas, karena bencana skandal konsumsi bahan bakar yang menimpanya pada kuartal

Mitsubishi Merugi Rp 634 Miliar Dalam Tiga Bulan
dok.theguardian.com
Konferensi pers Mitsubishi Motors Corporation pada Rabu (20/4/2016), yang mengakui perusahaan tidak menggunakan metode pengujian efisiensi bahan bakar kendaraan sesuai regulasi Jepang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TOKYO – Keuntungan (operating profit) Mitsubishi Motors diprediksi akan turun lebih dari 70 di tahun fiskal 2016 untuk pasar Jepang.

Ini terjadi di tengah penjualan domestik mobil kompak yang terjun bebas, karena bencana skandal konsumsi bahan bakar yang menimpanya pada kuartal pertama (April-Juni 2016).

Mengutip dari Nikkei, Senin (25/7/2016) produsen Jepang ini hanya bisa berharap mendapatkan laba di April-Juni 2016 sebesar 4 miliar yen atau Rp 497 miliar.

Menggenjot penjualan di luar Jepang jadi salah satu cara yang dilakukan Mitsubishi, demi menyelamatkan diri dari anjloknya performa Mitsubishi di rumah sendri (Jepang).

Karena skandal yang dialami di Jepang, Mitsubishi Motors berhenti menjual mobil mininya, di mana mencakup sekitar 60 persen dari total penjualan domestik.

Walaupun sedang tidak bernasib baik di Jepang, namun di Thailand dan pasar Asia lainnya, penjualan masih baik.

Dengan penjualan di AS dan Eropa yang tumbuh, Mitsubishi Motors mengakhiri periode April-Juni 2016 dengan hanya sedikit penurunan volume penjualan global.

Proyeksi para analis dalam Nikkei Group QUICK, Mitsubisi akan merugi 5,1 miliar yen atau Rp 634 miliar di perode April-Juni 2016. Pengumuman resmi laporan keuangan Mitsubishi baru akan diumumkan pada, Rabu (27/7/2016).

Analis Nikkei Group QUICK menambahkan, yang paling menyedot banyak dana Mitsubishi yaitu kompensasi yang diberikan kepada konsumennya, sebesar 100.000 yen atau Rp 12,8 juta.

Laba bersih Mitsubishi tercata t72,5 miliar yen untuk tahun fiskal 2015, dan diperkirakan akan semakin turun tahun ini.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved