Polisi Harapkan Masyarakat Lebih Bijak Sikapi Sebaran di Media Sosial

Beberapa waktu lalu dilangsungkan rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Ruang Rupatama Mapolresta Banjarmasin.

Polisi Harapkan Masyarakat Lebih Bijak Sikapi Sebaran di Media Sosial
banjarmasinpost.co.id/fadly
Beberapa waktu lalu dilangsungkan rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Ruang Rupatama Mapolresta Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beberapa waktu lalu dilangsungkan rapat koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Ruang Rupatama Mapolresta Banjarmasin.

Pertemuan yang dilangsungkan, Selasa (2/8) lalu itu digelar dalam rangka adanya permasalahan yang terjadi di Tanjung Balai berupa Pembakaran Vihara.‎

Kegiatan saat itu dihadiri Wakpolresta Banjarmasin AKBP Wahyu Dwi Ariwibowo, Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah, Ketua FKUB Banjarmasin serta 28 orang lainnya.

Ada empat kejadian konflik sosial yang terjadi di Indonesia yang dibicarakan, yakni di wilayah Sumbar tepatnya Tapal Batas dimana 10 rumah terbakar, lalu di Sinabung, Perkebunan di Aceh dan Tanjung Balai.

Tempat terakhir yang jadi fokus pembicaraan dimana terjadi pembakaran vihara di Tanjung Balai. "Masalah konflik harus ditangani bersama guna meminimalisir hal yang tidak diinginkan," kata AKBP Wahyu Dwi Ariwibowo.

Beberapa pertanyaan pun sempat jadi bahan dialog. Diantaranya, pertanyaan mengenai pengeras suara yang mengganggu yang jadi pemicu. Lalu adanya aspek provokasi terhadap konflik di Tanjung Balai melalui media sosial. Hingga diforum sempat diwacanakan menghadirkan provider seluler dalam hal media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolresta Banjarmasin mengatakan mengenai pengeras suara itu bukan permasalahan dan sampai sekarang tidak ada konflik mengenai hal tersebut.

"Mengenai media sosial, masyarakat sudah cukup pintar terkait itu, sehingga perlu peran dari kita apabila ada sebaran di media sosial yang mengarah ke konflik, harus ada upaya untuk mencegah hal tersebut," beber Wakapolresta.

Dalam forum, semua sepakat mengenai itu. Berharap masyarakat lebih bijak ambil sikap dan jangan mudah terprovokasi dengan hal-hal mengarah ke konflik yang tersebar di media sosial. Cek dan ricek dan cari tahu bagaimana kebenaran, minimal tak ikut menyebar luaskan apa yang sebenarnya hanya isu dan berbau provokasi.

Inti pertemuan ini bertujuan agar seluruhnya sepakat mencegah konflik seperti di Tanjung Balai. Perlunya meningkatkan intensitas pertemuan guna mempererat silaturahmi.

Wakapolresta Banjarmasin menyebut, pihak kepolisian senantiasa selalu siap siaga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Jangan segan koordinasi dengan aparat jika terjadi gangguan siskamtibmas, agar situasi Banjarmasin yang tentram, aman dan kondusif terus terjaga.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polresta Banjarmasin yang cepat mengatasi segala permasalahan yang terjadi di Banjarmasin pada khususnya.

"Pemko Banjarmasin mengharapkan dengan kebersamaan dapat mengatasi konflik apalagi di Banjarmasin banyak ditemui suku dan agama yang berbeda. Dengan adanya pertemuan seperti ini diharapkan hubungan yang lebih erat terus terjaga," kata Wakil Wali Kota Banjarmasin.

Penulis: M Fadli Setia Rahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved