Akibat Kelaparan Hebat, Ibu-ibu Sudan Selatan Tak Bisa Lagi Menyusui Anaknya

Konflik bersenjata skala domestik di Sudan Selatan membawa malapetaka ganda, yakni kelaparan yang menyebabkan kaum ibu tidak bisa lagi menyusui

Akibat Kelaparan Hebat, Ibu-ibu Sudan Selatan Tak Bisa Lagi Menyusui Anaknya
AFP/Washington Post
Anak-anak Sudan Selatan menderita gizi buruk. Ibu-ibu juga tak dapat menyusui bayinya lagi karena mereka juga kelaparan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JUBA – Konflik bersenjata skala domestik di Sudan Selatan membawa malapetaka ganda, yakni kelaparan yang menyebabkan kaum ibu tidak bisa lagi menyusui anak-anaknya.

Kelompok bantuan, seperti dilaporkan The Washington Post, Minggu (7/8/2016), mengalami kesulitan untuk menjangkau daerah konflik.

Beberapa minggu setelah pertempuran mematikan pecah di Sudan Selatan, kelompok bantuan mengatakan gerakan mereka dibatasi.

Kekerasan dan ketatnya pos pemeriksaan pemerintah menyebabkan aktivitas kemanusiaan terhambat untuk menjangkau warga yang kelaparan.

Hal itu merugikan kemampuan para pegiat sosial dan juga warga lokal untuk menjangkau dan mendapatkan makanan dan obat-obatan untuk anak-anak gizi buruk.

"Kami sedang mengalami krisis pangan yang sangat serius," kata Koordinator Bantuan Darurat PBB Stephen O’Brien dalam sebuah wawancara.

"Dan ada banyak keadaan yang menggemparkan bahwa kondisi hanya akan bertambah buruk," ujar O’Brien.

Selama pertempuran yang intensif Juli lalu, pasukan pemerintah Sudan Selatan menjarah gudang pangan PBB. Bahan makanan untuk 220.000 orang dikuras habis.

Kelaparan hebat mendera daerah konflik. Anak-anak menderita gizi buruk akut. Kaum ibu tidak bisa lagi menyusui anak-anak mereka karena tidak mendapat makanan.

Kelompok-kelompok kemanusiaan melaporkan bahwa di bagian negara akses mereka dibatasi oleh pos-pos pemeriksaan pemerintah atau pertempuran berlanjut.

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved