Breaking News:

Triliunan APBD Tala Mengendap di Bank

Direktur Bisnis Bank Kalsel: Dana Itu Tetap Bergulir

Direktur Bisnis Bank Kalsel menyebut dana tersebut sebenarnya tidak mengendap begitu saja dalam jangka waktu yang lama, tetapi terus bergulir.

Editor: Elpianur Achmad

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Disebut Presiden Joko Widodo sebagai salah satu daerah yang lebih banyak menyimpan anggaran (APBD) di bank daerah ketimbang mendukung percepatan ekonomi, Tanahlaut (Tala) langsung jadi viral di media sosial.

Berdasarkan data Presiden Jokowi dana APBD Tala yang mengendap di Bank Kalsel sebesar Rp 1,3 Triliun.

Direktur Bisnis Bank Kalsel Supian Noor menyatakan bahwa dana tersebut memang lebih tinggi dibanding kabupaten lainnya di Kalsel.

Pada posisi Juni, dana APBD-nya di bank sekitar Rp 1,3 triliun. Dana yang ada tersebut sebenarnya tidak mengendap begitu saja dalam jangka waktu yang lama, tetapi terus bergulir.

"Artinya kalanya dana kas tersebut ditambah, namun ada kalanya ditarik juga. Mungkin saja pada saat pelaporan saat itu dana APBD yang mengendap di bank sebesar itu," kata Supian, saat dikonfirmasi, Senin (8/8/2016).

Jadi dana APBD tidak mengendap, tapi keluar masuk. Memang untuk Kalsel dana kasnya cukup tinggi dibanding daerah lain. Pada posisi Juni seperti yang terungkap tersebut di atas.

Supian menyebutkan, pada posisi akhir triwulan II (akhir Juni 2016) di Kalsel untuk seluruh kabupatan/kota dana yang masuk hampir Rp 2 triliun.

Pada posisi Juni 2016, dana kas daerah yang tersimpan di Bank Kalsel sebesar Rp 6 triliun lebih. Sebagian besar dana kas daerah itu disimpan dalam bentuk giro.

Lebih lanjut Supian mengatakan, fenomena sekarang ini dana kas daerah masuknya lebih awal dan keluarnya juga lebih cepat. Tahun lalu dana masuk puncaknya pada bulan September, namun sekarang ini sudah banyak dana yang masuk, baik dari pusat maupun daerah.

Guna memperbaiki pengelolaan, pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk menggenjot pelaksanaan proyek dijalankan.

“Sekarang ini di daerah kalau ada proyek dikerjakan di awal, sehingga tak menumpuk di akhir tahun,” tambahnya.

Kebijakan pemerintah pusat mendorong pemerintah daerah untuk menggulirkan proyek lebih awal sudah terasa di Kalsel. Dana dari pusat seperti dana alokasi umum (DAU) pun mulai masuk,
penggunaannya juga lebih cepat.

Berdasarkan data di Bank Kalsel, dana pusat yang masuk ke kas daerah pada Juni 2016 sekitar Rp 2,4 triliun, padahal tahun lalu di posisi yang sama hanya sekitar Rp 1,4 triliun.

Sementara dana yang keluar per Juni 2016 sebesar Rp 1,9 triliun, sedangkan tahun lalu pada posisi yang sama hanya Rp 970 miliar.

"Begitu didrop oleh pusat, dananya langsung digunakan oleh pemerintah daerah untuk melaksanakan proyek. Dana yang bergulir pun lebih cepat, proyek tak lagi penyelesaiannya menumpuk di akhir tahun tapi per triwulan sudah jalan.(drt)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved