Asita Kalsel Berharap Delay Panjang Lion Air Tak Terjadi Lagi

Akibat keterlambatan tersebut, penerbangan dari Banjarmasin pun ikut merasakan dampaknya. Banyak penumpang Lion Air yang mengeluhkan kondisi tersebut.

Asita Kalsel Berharap Delay Panjang Lion Air Tak Terjadi Lagi
tribunnews.com
Pesawat Lion Air B737-800 terparkir di run way Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (19/8/2015). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pelayanan maskapai penerbangan Lion Air beberapa hari terakhir dikeluhkan para pengguna jasanya, karena mengalami keterlambatan di sejumlah bandara, termasuk penerbangan dari dan menuju Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Wakil Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Kalsel Siti Aisyah menyatakan pada 31 Juli sampai 2 Agustus lalu, jadwal penerbangan Lion Air dari dan ke Banjarmasin mengalami keterlambatan hingga berjam-jam.

“Ada sejumlah teman yang akan pulang ke Banjarmasin terlantar di Bandara Cengkareng Jakarta pada 31 Juli lalu. Sesuai jadwal penerbangan, mereka akan berangkat ke Banjarmasin pada pukul 19.30 WIB namun baru diberangkatkan pukul 04.00 Wita,” katanya, Selasa (9/8/2016).

Akibat keterlambatan tersebut, penerbangan dari Banjarmasin pun ikut merasakan dampaknya. Banyak penumpang Lion Air yang mengeluhkan kondisi tersebut.

Namun demikian 75 persen penumpang tetap menunggu untuk diberangkatkan, sedangkan yang lainnya ada yang menunda keberangkatan, pindah ke penerbangan lain, dan ada juga yang batal berangkat.

Menurut informasi dari pihak maskapai, kata Siti, keterlambatan penerbangan karena adanya gangguan pada sistem sehingga jadwal keberangkatan menjadi kacau. Namun sekarang jadwal penerbangan Lion Air sudah normal kembali.

Meski demikian, lanjut Siti, pihak maskapai tetap bertanggung jawab memberikan kompensasi kepada para penumpang yang terlambat diberangkatkan. Besarnya kompensasi sesuai Pasal 36 Permenhub 25/2008, terlambat lebih dari 30 menit-90 menit, perusahaan penerbangan wajib memberikan minuman dan makanan ringan.

Terlambat 90 menit-180 menit wajib memberikan minuman, makanan ringan, makan. Terlambat lebih dari 180 menit selain makan dan minum, apabila penumpang tidak dapat dipindahkan ke penerbangan berikutnya atau penerbangan lain, penumpang wajib diberikan fasilitas akomodasi untuk dapat diangkut pada penerbangan hari berikutnya.

Sementara dalam Pasal 10 Permenhub 77/2011, keterlambatan lebih dari 4 jam diberikan ganti rugi sebesar Rp 300.000 per penumpang.

Pihaknya berharap, gangguan sistem yang berdampak delay panjang oleh maskapai Lion Air seperti itu tak terulang lagi karena dampaknya sangat luas. Tak hanya merugikan penumpang, pihak maskapai pun rugi karena harus memberikan kompensasi ke penumpang.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved