BPost Edisi cetak
Disdik Catat Sekolah Nakal
Rupanya keberatan terhadap pembelian LKS dan buku paket yang dibebankan kepada siswa sudah sampai ke telinga anggota DPRD Kalsel
BANJARMASINPOST.CO.ID - SETIAP tahun ajaran baru, masih ada saja siswa yang diminta membeli Lembar Kerja Siswa (LKS) dan buku umum. Orangtua pun harus mengeluarkan uang demi anaknya.
Memang tidak ada salahnya membeli buku atau LKS tersebut. Namun jika diperdalam, kebijakan sekolah membebani orangtua murid. Padahal sebagian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk jenjang SD dan SMP dikeluarkan untuk pengadaan buku paket.
Rupanya keberatan terhadap pembelian LKS dan buku paket yang dibebankan kepada siswa sudah sampai ke telinga anggota DPRD Kalsel. Bahkan, anak anggota DPRD juga diminta untuk beli buku paket dan buku penunjang LKS yang sebetulnya tidak terlalu penting.
Murlan, Kadisdik Kota merekam masukan dan mencatat sekolah sekolah mana saja yang membebankan LKS dan buku ajar ke orangtua siswa. “Kita sudah rekam dan catat nanti saya tegur kepala sekolahnya,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kalsel Ngadimun dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, HM Murlan.
Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi cetak Jumat (20/8/2016) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Baca juga Metro Banjar edisi, Jumat (20/8/2016):

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/baca-bpost-edisi-jumat-2082016_20160819_075530.jpg)