Bos Baru PDAM Tabalong Siap Dipecat, Ada Apa?
Selain itu, bupati juga tidak ingin ada mendengar karyawan PDAM yang ditangkap karena tersandung kasus narkoba.
BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Target khusus diberikan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani kepada Abdul Bahid yang dilantik menjadi Direktur PDAM Tabalong, Senin (22/8/2016) siang, di Wisma Tamu Bersinar, Tanjung.
Pelantikan dilakukan bersamaan dengan pejabat administrasi (eselon III), pejabat pengawas (eselon IV dan V), Kepala SMP, SD dan TK di lingkungan Pemkab Tabalong.
Abdul Bahid yang menyisihkan tiga kandidat lainnya, diberi waktu percobaan dalam tahun pertama masa jabatannya selama empat tahun (2016-2020). Dia diminta melakukan pembenahan, baik terhadap kualitas air maupun SDM yang ada.
"Walaupun di surat bupati disebutkan masa tugasnya 2016-2020. Saya minta Sekda selaku ketua badan pengawas, agar tes percobaan selama satu tahun dulu. Nanti dibukukan dalam penandatanganan fakta integritas," kata bupati.
Jadi terhitung setelah kemarin, bupati tidak mau lagi mendengar ada air PDAM yang keruh dan tidak jalan. Selain itu, bupati juga tidak ingin ada mendengar karyawan PDAM yang ditangkap karena tersandung kasus narkoba.
"Lakukan tes urine sampai ke kecamatan. Bila terindikasi narkoba, berhentikan," tegasnya.
Bupati juga menambahkan, direktur yang baru agar bisa melakukan koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah pusat maupun provinsi. Itu agar bisa lebih lancar dalam upaya mendapatkan dana-dana baik dari pusat maupun provinsi.
Sementara itu, Abdul Bahid menyatakan dia siap menerima sanksi apabila target yang diminta bupati tidak bisa terpenuhi.
"Termasuk bila satu tahun tidak memenuhi target, saya siap juga untuk diberhentikan," ucapnya. Bahid mengatakan siap memberikan yang terbaik, terutama pelayanan air kepada masyarakat. (dny)