Satu Tahun IAIN Palangkaraya

Dua Mahasiswa IAIN Palangkaraya Lolos ke BUAF

BUAF merupakan sebuah temu ilmiah mahasiswa yang mengkaji tentang Islam di wilayah Nusantara dan dunia yang diselengarakan dengan skala internasional

Penulis: Mustain Khaitami | Editor: Mustain Khaitami
Istimewa
Putri Rafa Salihah menyerahkan buku Proceeding kepada Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu. Proceeding merupakan hasil karya seluruh paper mahasiswa yang dinyatakan lulus dan dipresentasikan pada BUAF di IAIN Pontianak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Setahun beralihstatus menjadi institut, IAIN Palangkaraya kian menunjukkan jati dirinya sebagai perguruan tinggi Islam berpengaruh.

Tak hanya lembaga, kemampuan mahasiswanya juga telah teruji. Buktinya, dua karya ilmiah mahasiswa perguruan tinggi Islam terbesar di Kalteng ini berhasil lolos dalam Borneo Undergraduate Academic Forum (BUAF) yang diselenggarakan IAIN Pontianak pada 31 Juli sampai 4 Agustus 2016.

Mereka adalah Putri Rafa Salihah dan Lisnawati yang berhasil lolos seleksi dari 27 paper dengan jumlah pendaftar sebanyak 90 paper.

Hasilnya, karya mereka dimuat dalam buku Proceeding yang merupakan hasil karya seluruh paper mahasiswa yang dinyatakan lulus dan dipresentasikan pada event tersebut.

BUAF merupakan sebuah temu ilmiah mahasiswa yang mengkaji tentang Islam di wilayah Nusantara dan dunia yang diselengarakan dengan skala internasional dan mengundang pemateri dari dalam dan luar negeri.

Pemateri dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. Sumanto Alqurtuby, ( Professor of Antropology at King Fahd University of Petroleum and Minerals, Dhahran-Saudi Arabia), Hadenan Towpek, Ph. D (Senior Lecturer of Islamic Economic, Banking and Finance at University Institute Technologi Mara (UITM), Kuching, Serawak, Malaysia), Suhana Sarkawi (Researcher of Heutagogy and Cultural Studies at University of Malaya-Malaysia) dan Dr. Jajang Jahroni (Snior Lecturer and Researcher on Antropology at PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh konsursium yang terdiri dari IAIN Palangkaraya, IAIN Pontianak, IAIN Antasari Banjarmasin dan IAIN Samarinda.

Konferensi ini diharapkan mampu mencetak para penulis yang handal dalam pengkajian secara ilmiah guna peningkatan mutu pendidikan.

“Saya sangat bersyukur bisa berpartisipasi dalam konferensi I st BUAF ini. Banyak manfaat baik bagi saya maupun bagi prodi dan institut. Kegiatan ini meminimalisasi mahasiswa yang memiliki kemampuan menulis dan mampu berfikir kritis terhadap problematika yang ada di lingkungan.” kata Putri Rafa Salihah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved