Titik Api Kebakaran Lahan Lamunti Kapuas Bertambah dan Membesar

Tetapi setelah Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) datang ke Desa Sidomulyo Lamunti untuk melakukan pemadaman, si jago merah berhasil dikuasai.

Titik Api Kebakaran Lahan Lamunti Kapuas Bertambah dan Membesar
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersiap menuju lokasi kebakaran di Desa Sidomulyo Lamunti, Kalteng. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Dalam beberapa hari terahir ini, Kabupaten Kapuas terlihat adanya titik api atau hot spot yang berasal dari lahan yang terbakar, tepatnya di Desa Sidomulyo Lamunti B-5 dan B-6, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas Kalteng.

Kebakaran lahan yang terjadi di Desa Sidomulyo Lamunti, Minggu (28/8/2016) ini, dengan besaran hanya sekitar 10 hektare.

Tetapi setelah Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) datang ke Desa Sidomulyo Lamunti untuk melakukan pemadaman, si jago merah pun berhasil dikuasai.

Paginya, Senin (29/8/2016), ada informasi dari Kecamatan Mantangai, lokasi yang bekas terbakar dinyatakan menyala kembali, sehingga sangat diperlukan sekali untuk dilakukan pemadaman. Apalagi sejak Senin pagi, matahari di Kabupaten Kapuas sangat panas sekali.

Kabid Pencegahan dan Kesiapan BPBD Kabupaten Kapuas, Seplihi, Senin (29/8) mengatakan, kebakaran lahan ini terjadi sekitar tiga hari sebelumya. Namun, saat itu kondisi apinya masih sangat kecil.

Kemudian, Minggu (28/8/2016), ada informasi dari Camat Mantangai, apinya lumayan besar. Sampai sorenya, api berhasil dipadamkan. Sementara, Senin pagi atau besoknya, dikabarkan lagi adanya muncul titik api lagi di desa yang sama, sehingga tim mendatangi lagi ke lokasi itu untuk memadamkan api.

"Kami mengerahkan sekitar 20 personil dari berbagai relawan, seperti Damkar, PMK, BPK, Manggala Agni maupun dari BPKB Kapuas," kata Seplihi.

Dia berharap, agar tim yang datang memadamkan kebakaran lahan agar api yang menjalan dengan cepat dipadamkan.
Camat Mantangai, Yun Marto yang dihubungi via telepon selulernya, sampai saat ini api tampak masih berkobar dan titik api mendekati saluran air eks PLG, sehingga dengan mudah petugas di lapangan memperoleh air.

"Jumlah personil yang melakukan pemadaman sekitar 45 orang, ditambah dari pihak koramil, polsek serta kecamatan dan masyarakat," katanya.

Sebenarnya, kebakaran lahan ini terjadi lima hari sebelumnya. Namun, kali pertama muncul api sangat kecil. Lama kelamaan menjadi besar. Apalagi daerah ini merupakan daerah gambut.

"Api masuk ke dalam gambut hingga kedalaman sekitar 3 meter. Kalau sampai petang api tak juga padam, maka tim melakukan pemadaman hingga malam hari dan kalau perlu kami juga mendirikan Posko Karhutla," kata Yun Marto. (jd)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved