Berita Banjarbaru

Kayu Ulin Diolah Jadi Septic Tank Lebih Menguntungkan

Para tukang terlihat giat bekerja, karena dibayar cukup menggiurkan oleh pengusaha kayu. Rp 150 ribu per hari.

Penulis: Nia Kurniawan | Editor: Mustain Khaitami
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Septic tank produksi perajin kayu di sentra kayu Jalan Kelurahan Jalan A Yani km 20,8 jurusan pelaihari, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU- Ramai dikunjungi. Suasana jual beli kayu di sentra kayu Jalan Kelurahan Jalan A Yani km 20,8 jurusan pelaihari, Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Lianganggang, selalu bergeliat melayani pembeli.

Di kawasan ini merupakan sentra pengolahan kayu. Di kawasan ini berderet sawmill dengan balok-balik kayu ulin bertumpuk. Selasa (6/9/2016) ada yang beda terpantau BPost online.

Kayu-kayu ulin kini diolah jadi septictank. Para tukang terlihat giat bekerja, karena dibayar cukup menggiurkan oleh pengusaha kayu. Rp 150 ribu per hari.

"Sehari tukang selesaikan empat buah kotak WC. Permintaan banyak dan meningkat, apalagi dimusim kemarau ini. Sehari itu bisa selesai empat kotak," ucap salahsatu pengusaha kayu Ulin Yahya dikawasan tersebut.

Target satu bulan, bisa selesaikan 30 kotak mengingat permintaan yang cukup tinggi.

Tersedia dalam harga bervariasi, Panjang 1meter : Rp 125 ribu, panjang 1,5meter harga Rp 220.000, panjang 2 meter Rp 350.000 per kotak wc nya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved