Seputar Banjarmasin

sidang Paku Jalan, Saksi Sebut Ada Kerugian Rp254 Juta

Meski sidang biasanya dipisah namun kemarin digabung karena saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin sama.

sidang Paku Jalan, Saksi Sebut Ada Kerugian Rp254 Juta
banjarmasinpost.co.id/irfani
Mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Haris Karno kembali duduk di kursi terdakwa pada persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Banjarmasin, Selasa (6/9/2016). Selain Haris, duduk juga terdakwa lainnya yakni Supian . 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan Haris Karno kembali duduk di kursi terdakwa pada persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Banjarmasin, Selasa (6/9/2016). Selain Haris, duduk juga terdakwa lainnya yakni Supian .

Meski sidang biasanya dipisah namun kemarin digabung karena saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Banjarmasin sama.

Hanya saja pada sidang ini terdakwa Haris Karno didampingi kuasa hukumnya Ernawatidan Supian didampingi Dian Korona.
Pada sidang yang dipimpin hakim Affandi ini saksi ang pertama dihadirkan adalah konsultan pengawas CV Presmatek Hairun .

Sementara itu saksi kedua adalah Harianto Wahyu Jatmiko yang merupakan auditor BPKP Kalsel, Wahyu mengatakan merteka diminta penyidik Polresta untuk melakukan audit dan bekerja secara tim.

Dimana mereka melakukan adit berdasarkan prosedur fakta dan realisasi pembayaran dan dari audit tersebut memang ada kerugian negara yakni Rp254 .939.666. Juga adanya penyimpangan-penyimpangan salah satunya dari sisi perencanaan.

"Dimana seharusnya sebelum pemasangan harus dilakukan uji lab, dampaknya paku jalan di pasang dan mati," paparnya

Sebelumnya kasus dugaan korupsi mengenai proyek paku jalan di Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan bertambah dua orang yang mana tersangkanya adalah mantan Kadishub Haris Karno dan Supian selaku pengerja proyek.

Kasus ini anggaran tahun 2014 dengan nilai pagu Rp750 juta, adapun pelanggaran yang diduga dilakukan yakni paku jalan tidak sesuai dengan kontrak yang seharusnya tipe A namun dipasang tipe B, dan dari 1655 paku jalan yang terpasang 76 mati atau tidak menyala dan 2 hilang.

Dalam kasus paku jalan ini yang menanganinya pihak Polresta Banjarmasin, yang awalnya menetapkan dua tersangka yakni Mulyadi dan Hj Aulia Agustina, yang telah divonis.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved