Lewat Workshop, Bidan Komitmen Kurangi Kematian Ibu dan Anak

Tingginya angka kematian ibu melahirkan tahun 2015, memacu Ikatan Bidan (IB) Kalimantan Selatan ingin bekerja lebih baik.

Editor: Elpianur Achmad
Banjarmasinpost.co.id/burhani yunus
Ikatan Bidan Indonesia menggelar workshop untuk meningkatkan ketrampilan bidan agar bisa mengurangi angka kematian ibu dan bayi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tingginya angka kematian ibu melahirkan tahun 2015, memacu Ikatan Bidan (IB) Kalimantan Selatan ingin bekerja lebih baik. Angka kematin tahun lalu terdata 330 ribu per 100 ribu.

Pertimbangan inilah yang menjadi dasar IB Kalsel bekerjasama dengan Unit Pelaksana Bidan Delima (UPBD) Pusat Jakarta menggelar workshop bertempat di Hotel Victoria Banjarmasin, Selasa (6/9/2016).

Workshop dilaksanakan selama sehari tersebut mengambil tema Bidan Delima Award dan Pembinaan Keputusan Bidan Delima Dalam Rangka Mewujudkan Standarisasi Kualitas Pelayanan. Diikuti anggota Bidan Delima se-Kalsel dengan pemberi materi Sri Poerwaningsih dari Unit Pelayanan Bidan Delima Pusat Jakarta.

Pada acara tersebut antusias peserta sangat tinggi. Terbukti dari 110 undangan yang hadir 150 orang.

"Peserta dari bidan praktik mandiri atau bidan yang bekerja di instansi puskesmas dan rumah sakit yang sudah menjadi Bidan Delima dan calon bidan delima serta ketua IB cabang Kabupaten se Kalsel," kata Suprinuryani Ketua UnitPelaksana Bidan Delima Provinsi Kalsel yang ditemui disela-sela acara.

Suprinuryani mengatakan acara tersebut dilaksanakan untuk pembinaan dan kepatuhan bidan yang tergabung dalam Bidan Delima dalam rangka memujudkan standarisasi kualiatas pelayana khususnya di bidan praktek mandiri sekaligus sosialisasi tentang Bidan Delima.

Suprinuryani menambahkan, sementara ini pihak sudah berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dengan adanya Bidan Delima.

Artinya bidan itu harus bekerja sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh profesi. Contohnya tentang asuhan kebidanan pada ibu hamil yang harus menggunakan standar 10 T.

Tetapi hal itu kadang-kadang tidak dilaksanakan oleh anggota sehingga diadakan workshop ini agar anggota dapat melaksanakan standarlisasi untuk meningkat kualitas dan mutu pelayanan. Sehingga akhirnya dapat menunjang program pemerintan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Di tempat yang sama Ketua PDIB Kalsel, Tut Barkinah mengatakan acara tersebut dilaksanakanuntuk pembinaan bagi bidan.

"Masih tingginya angka kematian ibu dan bayi maka perlu didiskusikan menyusun strategi untuk pelayanan masyarakat agar lebih baik lagi," bebernya.

Tut Barkinah mengatakan acara tersebut dilaksanakan sekaligus untuk merekrut bidan praktik mendiri menjadi anggota Bidan Delima.

Rinawati peserta asal Banjarmasin mengatakan acara tersebut sangat bagus.

Dakuinya sebagai bidan acara yang baru kali pertama dilaksanakan di Kalsel tersebut sangat luar biasa.
Anggota klinik Kampus Abdi Persada Banjarmasin tersebut menambahkan karena ada Bidan Delima ini menjadikan seorang bidan menjadi berkualitas terhadap pelayanan untuk pasien dan bidan itu sendiri.

"Harapan saya di Kalsel ini agar semua bidan menjadi bidan Delima yang memiliki pelayanan standar," katanya.

Ketua IB Cabang Kotabaru Dahlia Yulia Noor mengaku sangat senang dan karena sangat membantu untuk meningkatkan kualitas pelayan standar dan lebih bagus.

"Dengan adanya acara ini harapan saya, semoga tidak ada lagi angka kematian bagi ibu, bayi dan anak," katanya. (buy)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved