PKB Tinggalkan Sandiaga Diduga karena Elektabilitas Mardani Ali Sera

Langkah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengancam meninggalkan Koalisi Kekeluargaan dan Sandiaga Uno, dinilai sebagai ekspresi kekecewaan

PKB Tinggalkan Sandiaga Diduga karena Elektabilitas Mardani Ali Sera
Kahfi Dirga Cahya
Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Balai Kota, Jakarta, Jumat (12/8/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Langkah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengancam meninggalkan Koalisi Kekeluargaan dan Sandiaga Uno, dinilai sebagai ekspresi kekecewaan lantaran Partai Keadilan Sejahtera mengusung Mardani Ali Sera.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menjelaskan, saat ini partai politik sadar betul bahwa calon gubernur (cagub) petahana, Basuki Tjahaja Purnama adalah calon terkuat dan lawan terberat di pilkada tahun depan.

Atas dasar itu, parpol hanya memiliki dua pilihan untuk dapat mengungguli Ahok, sapaan Basuki, dalam Pilkada DKI.

Dua pilihan tersebut, yakni menunggu calon yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) atau mengusung sendiri nama cagub/cawagub untuk maju melawan Ahok.

"Kenapa mereka harus mencalonkan? Karena kalau tidak segera nanti dianggap partainya tidak mampu bertanding di Pilkada DKI. Ini berbahaya bagi mereka," ujar Hendri ketika dihubungi Kompas.com di Jakarta, Minggu (11/9/2016).

Meski harus segera mengusung pasangan calon, Hendri mengatakan parpol melihat pentingnya hasil suvei yang menunjukkan elektabilitas dari sosok yang didukung.

Pengusungan Mardani Ali Sera sebagai cawagub sebagai pasangan Sandiaga Uno, kata Hendri, ditolak oleh PKB karena Mardani merupakan nama baru dalam kancah politik DKI Jakarta.

"Mardani ini kan orang baru, kita enggak tahu dia ini siapa, elektabilitasnya bagaimana. Tidak strategis untuk melawan Ahok," kata Hendri.

Menurut Hendri, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah yang pernah diusulkan PKB sebagai cawagub lebih memiliki elektabilitas dibandingkan Mardani.

Oleh karena itulah, PKB mengancam menarik dukungan dari Sandiaga Uno sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta.

"Parpol ini sadar kalau Ahok lawan yang sangat kuat, sehingga mereka tidak bisa mencalonkan nama-nama yang elektabilitasnya rendah," tandas Hendri.

Soliditas koalisi kekeluargaan kini mulai terancam. Sandiaga Uno, sebagai figur yang digadang menjadi kandidat pesaing Ahok terancam akan kehilangan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Hal tersebut menyusul langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengusung kadernya, Mardani Ali Sera untuk menjadi kandidat calon wakil gubernur pendamping Sandiaga.

Langkah PKS tersebut juga diklaim telah mendapat restu dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sementara itu, PPP juga mulai memunculkan nama baru, ustad Yusuf Mansur, di samping nama-nama kandidat cawagub lainnya seperti Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Budaya dan Pariwisata Sylviana Murni atau Saefullah.

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved