Siap-Siap, Setelah Perseid Masih Ada Hujan Meteor Lagi!

Berminat berburu hujan meteor? Mau tahu cara tepat mengabadikan diri mengggunakan latar hujan meteor meskipun hanya berbekal ponsel kamera?

Editor: Eka Dinayanti
earthsky.org/astronomy-essentials
Arah atau radiant point dari hujan meteor Perseid memang berasal dari rasi bintang Perseus. Namun tenang saja, Anda tak perlu pusing mencari arah tersebut. Meteor akan terlihat berjatuhan dari segala arah. Anda cukup bersantai memandangi langit sambil menunggu meteor. 

Namun, meteor Geminid bukan berasal dari komet seperti Perseid, melainkan dari asteroid bernama 3200 Phaethon. Sesuai namanya, arah meteor berasal dari rasi bintang Gemini di belahan utara Bumi.

Setelah Geminid, hujan meteor Ursid dari arah rasi bintang Ursa Minor di utara bumi juga akan menghiasi langit malam. Biasanya, hujan meteor Ursid mulai terlihat pada kisaran 17 hingga 23 Desember. Untuk tahun ini, puncak hujan meteor diperkirakan terjadi pada 21 atau 22 Desember 2016.

Agar bisa menikmati keindahan hujan meteor dengan mata telanjang, sebaiknya Anda mencari daerah yang gelap dan tidak banyak terkontaminasi cahaya lampu. Menunggu hujan meteor di daerah pinggiran kota dengan langit cerah adalah pilihan tepat.

Perlu diingat, meteor bisa terlihat kapan saja dan tidak bisa diprediksi waktunya. Karena itu, lebih baik Anda mulai duduk manis dengan perbekalan cukup sejak tengah malam.

Selain makanan dan pakaian tebal, tak lupa siapkan kamera untuk menangkap momen hujan meteor ini. Kalau bisa, koleksi juga foto selfie dengan latar belakang hujan meteor nan indah. Ini tentu bisa jadi kenangan manis.

Untuk keperluan selfie di tempat minim cahaya, Anda harus punya ponsel yang memiliki kamera depan canggih. Kalau bisa, resolusinya 16 megapiksel seperti pada Oppo F1s.

Untuk memaksimalkan hasil selfie, fitur seperti screen flash juga penting. Fitur ini bisa mendeteksi kondisi cahaya lalu menyesuaikannya secara otomatis. Hasilnya, wajah tetap kelihatan cerah tanpa efek berlebihan, meski foto diambil di lokasi minim cahaya.

Karena meteor jatuh terjadi hanya dalam hitungan detik, sebaiknya ponsel kamera juga bisa cepat diaktifkan. Misalnya, memakai fitur fingerprint dengan dukungan teknologi flash touch access. Pada Oppo F1s, fitur tersebut akan mengaktifkan ponsel hanya dalam hitungan 0,2 detik.

Dengan bekal ponsel kamera semacam itu, berburu momentum hujan meteor untuk latar belakang selfie tak akan jadi persoalan. Selamat berburu meteor!

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved