Pernikahan Dini di Tiga Daerah di Kalsel Ini Paling Subur Dibanding Deerah Lain
Di Kalsel ujarnya, perkawinan di usia dini ini paling banyak terjadi di Banjarmasin, Tapin dan Hulu Sungai Selatan (HSS).
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel Wagino beranggapan, faktor budaya masyarakat, tingkat pendidikan atau pemahaman, dan kemampuan ekonomi merupakan faktor terjadi kawin dini ini masih diperingkat wahid di Indonesia.
Di Kalsel ujarnya, perkawinan di usia dini ini paling banyak terjadi di Banjarmasin, Tapin dan Hulu Sungai Selatan (HSS).
"Kita terus berusaha mengurangi ini, sebab ini bukan sebuah prestasi yang positif, tapi negatif bagi pertumbuhan penduduk di daerah kita," kata Wagino.
Sementara, badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di daerah diharuskan lebih intensif mengkampanyekan anti pernikahan usia muda atau kawin dini, karena kasus ini kian tinggi di Indonesia, termasuk Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Seruan ini disampaikan Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty di Banjarmasin. Saat pembukaan temu kerja pejabat administrator dan pejabat pengawas kedeputian bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) tahun 2016. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/kanker-serviks-menikah-muda-ngeseks_20150521_235050.jpg)