Berita Tanahbumbu
Sudah Dikasih Sangu Pulang Kampung, PSK Kapis Ternyata Masih Beroperasi
Lokalisasi yang ada di Kabupaten Tanahbumbu telah ditutup Pemerintah Daerah Kabupaten Tanahbumbu satu tahun lalu. Pemda memulangkan sekitar 250
Penulis: Man Hidayat | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Lokalisasi yang ada di Kabupaten Tanahbumbu telah ditutup Pemerintah Daerah Kabupaten Tanahbumbu satu tahun lalu. Pemda memulangkan sekitar 250 pekerja seks komersial (PSK).
Tidak tanggung, penutupan dan pemulangan PSK yang dilakukan pemerintah daerah pun memberikan pesangon masing-masing Rp 10 juta. Pemberian pesangon tersbut agar tidak kembali lagi. Bahkan bila kembali, mereka akan diminta ganti rugi dan dipulangkan secara apaksa. Namun nyatanya, dua eks lokalisasi yang ada di Tanahbumbu yaitu di eks lokalisasi Simpang Sumpul dan eks lokalisasi Kapis makin hari makin banyak. Bahkan kemarin malam, salah seorang pengunjung sempat memantau karena penasaran. Sebut saja, Jangkrik, dia memantau untuk melihat apkah benar informasi yang diterimanya. Namun setelah melihat langsung, dia pun percaya. Bahkan membuktikannya sendiri dengan melihat kondisi Kapis yang berada di Desa Batu Ampar Kecamatan Simpangempat. "Kemarin malam, saya ke Kapis. Dan ternyata masih buka. Banyak sekali yang saya liat. Kapis lama dan kapis baru semuanya berpenghuni. Heran saya kok masih ada saja ya,"kata Jangkrik, kepada BPost online Minggu (18/9/2016). Bahkan dia juga sempat bertanya-tanya kepada PSKnya. Dari hasil perbincangannya, kebanyakan PSKnya datang dari jawa dan mayoritas mengatakan baru pertama kali datang. "Saya sempat tanya-tanya. katanya mereka datang dari Jawa. Bahkan ada yang bilang dari Betawi," katanya. Dia pun berharap, pemerintah dan aparat terkait melakukan tindakan. Karena makin hari, makin banyak. Padahal, pemerintah sudah memberikan uang yang banyak. "Pemerintah harus tegas. Uang sudah dikasih tapi malah makin banyak PSKnya. Kalau perlu hilangkan bangunannya. Kalau bangunannya ada, otomatis masih ada juga orangnya dan membuka peluang," ucapnya. Sementara itu, aparat Satpol PP dan pihak kepolisan sebelumnya melakukan razia penertiban. Hanya saja, tiap kali satpol pp dan polisi melakukan razia, hasilnya selalu nihil. (*):quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/lokalisasi-kapis_20160918_180953.jpg)