Berita HST

Sarapan Bersama Penarik Becak di Taman Siring HST, Sambil Sosialisasi Taat Aturan Lalu Lintas.

Puluhan penarik becak bersama dengan anggota Satlantas pun sarapan secara lesehan bersama di taman pinggir sungai tersebut.

Sarapan Bersama Penarik Becak di Taman Siring HST, Sambil Sosialisasi Taat Aturan Lalu Lintas.
banjarmasinpost.co.id/hanani
Tukang becak dan Polantas HST gelar makan bersama sambil sosialisasi Taat lalu lintas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Rangkaian hari lalu lintas, diisi Satlantas Polres Hulu Sungai Tengah dengan kegiatan sosial sambil sosialisasi tertib lalu lintas. Seperti mengajak penarik becak sarapan bersama,sekaligus memberikan penyuluhan taat aturan lalu lintas di Siring Djoewita Barabai.

Puluhan penarik becak bersama dengan anggota Satlantas pun sarapan secara lesehanbersama di taman pinggir sungai tersebut.

Para penarik becak ini, mendapatkan sosialiasi dari Kasatlantas tentang tertib berlalu lintas. Selain penarik becak, juga mengundang pasukan kuning yang saat itu masih bertugas membersihkan sampah di jalanan.

Kasat Lantas Polres HST, AKP Christugus Lirens, Selasa (20/9/2016) mengatakan, selain rangkaian HUT Polantas ke 61 sekaligus bentuk kegiatan untuk memberikan imbauan kepada penarik becak untuk selalu patuh dalam berlalu lintas dan tidak melakukan pelanggaran serta menjaga keselamatan dirinya dan juga penumpangnya.

"Kami menekankan agar mereka tidak memodifikasi atau mengubah becaknya yang tidak sesuai dengan ketentuan. Juga mengimbau agar tidak mangkal di pinggir jalan serta menempati pangkalan yang telah tersedia," katanya.

Saufi, penarik becak di Barabai, mengatakan, kegiatan tersebut menambah wawasan dia sebagai penarilk becak, untuk memahami tata tertib berlalu lintas.

"Kami juga menyampaikan aspirasi kepada Polisi, untuk mengembalikan tempat mangkal kami yang diambilalih pedagang,"jelasnya.

Di HST, jumlah becak masih eksis sebagai trasportasi alternatif warga Barabai, untuk jarak dekat. Polres HST sampai sekarang tidak memberikan ijzn kepada Becak Motor (Bentor) untuk beroperasi di wilayah HST,karena dinilai tidak aman dari sisi safety, baik terhadap pengendara, penumpang maupun pengguna jalan lain. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved