PON Jawa Barat
Biliar Kalsel Harus Puas Bawa Pulang Perak
Cabang olahraga biliar harus puas dengan hanya bisa menyumbangkan satu medali perak pada ajang PON XIX 2016 Jawa Barat
Penulis: Aprianto | Editor: Ernawati
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Pelatih biliar dari Filipina. Jeff de Luna saat memberikan latihan kepada pebiliar Kalsel.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANDUNG - Cabang olahraga biliar harus puas dengan hanya bisa menyumbangkan satu medali perak pada ajang PON XIX 2016 Jawa Barat.
Menyisakan dua atlet yang turun di nomor bola 10, Abdul Kholik dan Reza Dawar tidak bisa berbicara banyak. Pertandingan biliar yang digelar di Arena Biliar Graha Siliwangi Kota Bandung, keduanya juga gagal meraih hasil maksimal. Reza Dawara harus tersingkir di babak 16 besar. Demikia juga Abdul kholik juga gagal di babak 16 besar. Sehingga dengan hasil itu, cabor biliar hanya bisa menyumbangkan satu medali perak. Pada ajang PON 2016 Jawa Barat, ada tujuh atlet biliar Kalsel yang tampil. Ada Arun, Jendy Apriadana, Reza Dawara, Abdul Kholik, Sukma Adeani, Haris Fadillah dan Novia Ningsih. Semua atlet ini saat ajang pra PON 2015 berhasil meraih medali. Namun sayangnya saat ajang sesunguhnya di PON 2016 hanya satu atlet yang bisa merealisasikan untuk kembali meraih medali. Satu medali berhasil disumbangkan oleh Arun dari nomor bola delapan untuk kontingen PON Kalsel. Pelatih biliar Kalsel H Fathuliansyah mengatakan semestinya atlet Kalsel bisa lebih baik setelah berhasil meraih medali pertama. "Dengan dapat satu medali pertama, atlet seharusnya bisa enjoy sehingga bisa mengeluar permainan terbaik. Namun justeru sebaliknya," katanya, Rabu, (28/9/2016). Meski begitu secara keseluruhan cabor biliar Kalsel tetap berhasil melakukan tradisi meraih medali di PON terpenuhi. (*):quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/pelatih-biliar-dari-filipina-jeff-de-luna-saat-memberikan-latihan_20160913_161757.jpg)