Berita Hulu Sungai Tengah
Demi Kerupuk, Bocah ini Terpaksa Sekolah ke Paket A
Rizky yang sempat putus sekolah sampai kelas IV SD mengaku saat ini mulai melanjutkan sekolahnya ke Kejar Paket A.
Penulis: Hanani | Editor: Didik Triomarsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Muhammad Rizky (14) pedagang kerupuk dan keripik pisang keliling perkantoran di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, terpaksa pindah belajar.
Rizky yang sempat putus sekolah sampai kelas IV SD mengaku saat ini mulai melanjutkan sekolahnya ke Kejar Paket A. Dia terpaksa melanjutkan ke sekolah formal, karena harus berjualan kerupuk dan keripik pisang, membantu orangtuanya.
“Kalau meneruskan ke sekolah formal (SD), saya tak bisa berjualan pagi hari. Padahal, yang rame pembelinya itu pagi, di kantor-kantor pemerintah,”tutur bocah yang dulunya berjualan siang setelah pulang sekolah. Di Kejar Paket A di Kecamatan Batubenawa, Reky mengaku belajar dua kali dalam seminggu. Di sana dia menginap di
Menurut Rizky, berjualan siang sepulang sekolah, waktunya terlalu sempit. Apalagi, sehabis ashar para PNS sudah pulang. Sedangkan dia harus keliling perkantoran, menggunakan sepeda.
Rizky sebenarnya berjualan bersama adiknya Muhammad Salihin (10) yang masih duduk di kelas V SD. Namun adiknya menjual kerupuk itu sehabis pulang sekolah. “Jadi biar adik saja yang berjualan siang. Saya harus jualan pagi, biar bisa bantu ibu,”kata Rezky.
Dia menuturkan, harus bekerja sejak kecil, karena ibunya hanya tukang pijat. Sedangkan ayahnya buruh bangunan. Setiap hari, usai pulang sekolah, dia dan adiknya tak istirahat atau bermain-main seperti anak seusianya. Mereka harus membantu ayah dan ibunya mencari nafkah, dengan berjualan kerupuk dan keripik.
Begitu habis makan siang, keranjang-keranjang berisi barang jualan sudah menanti. Menggunakan sepeda, keduanya harus menjajakan dagangan, keliling kantor-kantor.“Kadang kami bareng, kadang berpencar, biar jualan cepat habis. Setelah sekolah Paket A, saya lebih fokus berjualan sejakpagi,”tutur Rezky.
Apakah tidak lelah berjualan setelah pulang sekolah tanpa istirahat? Menurut Solihin yang berjualan setelah [ulang sekolah, dia sudah terbiasa dan bekerjanya sudah lama sejak 2012, sehingga tak merasakan lelah atau mengntuk lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/rezky-dan-solihin-berjualan-kerupuk_20161003_164341.jpg)