Berita HST

Bupati HST Mengaku Tak Takut Komplain Keluarga Pegawai Kontrak Tereliminasi

Bahkan, ada keluarga teman satu kampung Bupati sendiri yang biaya kuliahnya ikut dia bantu tiap bulan, ternyata juga harus diputus kontraknya.

Bupati HST Mengaku Tak Takut Komplain Keluarga Pegawai Kontrak Tereliminasi
banjarmasinpost.co.id/hanani
Bupati HST H Abdul Latif, ikut menandatangani Pakta Integritas Komitmen bersama mendukung Akreditasi Versi 2012, di Aula Rs Damanhuri Barabai, Rabu (5/10/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Bupati Hulu Sungai Tengah H Abdul Latif mengakui, pasca pengumuman hasil assessment yang membuat 31 pegawai kontrak tereliminasi, hingga terpaksa diputus kontrak, dia sering didatangi keluarga karyawan bersangkutan.

Intinya selain tak puas dan mempertanyakan hasil assessment, juga meminta kebijaksanaan agar hasil uji ulang itu dievaluasi.

Bahkan, jelas Latif ada yang keberatan, karena sudah 10 tahun kerja diputus kontraknya. Ada pula yang mengadu teman-temannya yang dulu dikontrak tanpa seleksi bisa dipertahankan.

Bahkan, ada keluarga teman satu kampung Bupati sendiri yang biaya kuliahnya ikut dia bantu tiap bulan, ternyata juga harus diputus kontraknya.

“Tapi saya harus objektif dan konsisten. Saya tetap berpegang pada hasil assessment yang timnya sudah saya amanahi untuk melaksanakan tugasnya. Saya tetap hargai keputusan Direktur atas hasil assessment itu,”kata Latif saat memberikan sambutan pada kegiatan penandatanganan Pakta Intergritas seluruh pegawai rumah sakit Damanhuri Barabai, di RS H Damanhuri Barabai, Rabu (5/10/2016).

Latif pun mengucapkan selamat terhadap mereka yang berhasil lulus, baik pegawai kontrak lama mauapun baru.

Dia meminta agar benar-benar mengemban amanah agar bekerja dengan sebaik-baiknya, sesuai fakta integritas yang telah ditandangani.

Dia menyatakan yakin, mereka yang telah lulus tersebut, punya semangat dan niat yang baik untuk mendukung pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jika ada yang merasa tidak sanggup bekerja memberikan pelayanan yang tulus, silakan mundur di awal. Sebab, kita semua tahu, masih ada 1.000 orang lebih yang ikut mendaftar kemarin siap menggantikan,”kata Latif. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved