Berita HST

Kejari Barabai Musnahkan 27 Paket Sabu, Ratusan Butir Carnophen Sampai Uang Palsu

“Kalau ada yang ketangkap tangan, masyarakat pun sebenarnya boleh mengamankan, selanjutnya baru berkordinasI dengan kepolisian,”katanya.

Kejari Barabai Musnahkan 27 Paket Sabu, Ratusan Butir Carnophen Sampai Uang Palsu
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kejaksaan Negeri Barabai memusnahkan 27 paket sabu dengan jumlah tiga gram, ratusan ribu butir obat carnophen, puluhan ribu butir dexrtomerthopen, senjata tajam hingga uang palsu, Rabu (5/10/206). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kejaksaan Negeri Barabai memusnahkan 27 paket sabu dengan jumlah tiga gram, ratusan ribu butir obat carnophen, puluhan ribu butir dexrtomerthopen, senjata tajam hingga uang palsu, Rabu (5/10/206).

Pemusnahan dengan cara pembakaran tersebut dilaksanakan di halaman kantor sementara Kejari di Jalan Bintara Barabai.

Prosesi pembakaran bersama barang bukti kasus tindak pidana tersebut dipimpin Kajari Barabai Waito Wonga Teleng, disaksikan Kasatres Narkoba, Iptu Purnoto, Wakil Ketua PN Hermanto Pratama, Perwakilan Dinkes HST H Sadilah serta tokoh masyarakat H Hasbullah dan kalangan media massa.

Kajari Waito WongaTeleng sebelumnya melaporkan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan alat bukti sah, yang disita penyidik hingga perkaranya sudah diputus majelis hakim di PN Barabai hingga berkekuatan hukum tetap. Adapun perkaranya, sejak awal Januari 2016 hingga September 2016.

Kasat Narkoba Polres HST Iptu Purnoto mengakui, kasus penyalahgunaan obat di HST masih ramai, hingga pelosok perdesaan.

“Khusus untuk obat-obatan daftar G yang sering disalah gunakan, seperti Carnophen dan dexro kebanyakan digunakan di perdesaan. Mungkin karena harganya lebih terjangkau ketimbang sabu,”jelasnya.

Meski demikian, jeas Purnoto, tak menutup kemungkinan peredaran sabu di pelosok desa juga masih terjadi.

Diapun mengimbau warga, agar jika mengetahui ada pengedar, pengguna alapagi bandar, agar segera penginformasikannya ke Satnarkob Polres HSS.

“Kalau ada yang ketangkap tangan, masyarakat pun sebenarnya boleh mengamankan, selanjutnya baru berkordinasI dengan kepolisian,”katanya.

Disebutkan, negara RI kini masih dalam kondisi darurat narkoba sehingga semua elemen masyarakat harus membantu pemberantasannya, dengan berperan aktif mencegah peredaran Narkoba, yang bahayanya tak hanya terhadap kesehatan, tapi juga terhadap negara, dengan melemahnya kualitas SDM dan mental penggunanya.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan terdiri 27 paket sabu terbungkus klep pastik, 23.592 dextro, 235.798 carnophen, 95 lembat uang kertas palsu pecahan 100.000 serta 26 bilan senjata tajam. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved