Jendela Dunia

Pecahan Sayap Pesawat MH370 Sampai ke Perairan Mauritius

Sejauh ini, para pencari diharapkan mampu merampungkan penyisiran di wilayah seluas 120.000 kilometer persegi di Samudera Hindia pada Desember mendata

Pecahan Sayap Pesawat MH370 Sampai ke Perairan Mauritius
AFP
Potongan besar benda yang ditemukan di lepas pantai Tanzania telah dipastikan sebagai bagian dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALA LUMPUR - Pecahan sayap pesawat yang ditemukan di Samudera Hindia wilayah Mauritius, telah diidentifikasi sebagai pecahan dari pesawat Malaysia Airlines, yang hilang pada 8 Maret 2014 silam.

Petugas penyelidik dari Malaysia dan Australia mengungkapkan temuan itu Jumat (7/10/2016), seperti dilansir kantor berita Associated Press.

Disebutkan, pecahan sayap itu sebelumnya ditemukan pada bulan Mei lalu dan kemudian diteliti oleh para pakar dari Biro Keselamatan Transportasi Australia.

Para penyelidik menggunakan nomor suku cadang yang tercantum dalam pecahan itu, dan mengaitkannya dengan kasus lenyapnya Boeing 777 tersebut.

Menteri Transportasi Malaysia, Liow Tiong Lai pun mengonfirmasi kabar ini. Pecahan ini adalah serpihan ke enam yang jika tidak dapat disebut mutlak, maka bisa dikatakan "hampir pasti" bagian dari pesawat MH370.

Sejumlah pecahan ditemukan menyebar di sepanjang garis pantai di wilayah yang berbatasan dengan Samudera Hindia.

Pesawat MH370 mengangkut 239 penumpang dan kru, terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju Beijing, China.

Hingga saat ini para investigator masih memerlukan catatan data penerbangan, guna memastikan penyebab penyimpangan jalur penerbangan yang terjadi atas pesawat itu.

Sejauh ini, para pencari diharapkan mampu merampungkan penyisiran di wilayah seluas 120.000 kilometer persegi di Samudera Hindia pada Desember mendatang.

Para ahli telah menganalisa temuan wing flaps di Tanzania dan Pulau Reunion, demi melihat kemungkinan adanya potensi wilayah pencarian baru melalui pola hanyutnya pecahan itu.

Namun demikian, pembukaan areal pencarian baru membutuhkan pendanaan yang besar.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved