Ahok Minta Maaf, Janji Tak Lagi Kutip Ayat Alquran

Ahok menafsirkan Surat Al-Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

Ahok Minta Maaf, Janji Tak Lagi Kutip Ayat Alquran
youtube
Petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama telah meminta maaf atas perkataan yang dinyatakan olehnya beberapa waktu lalu yang mengutip ayat kitab suci.

Menanggapi hal itu, Politisi Golkar, Dedy Arianto mengatakan bahwa maaf saja tidak cukup untuk menyembuhkan luka yang sudah ditorehkannya.

"Kita bisa maafkan, tapi tak bisa lupakan," katanya saat dihubungi, Jakarta, Senin (10/10/2016).

Dia mencontohkan ketika seseorang telah memukul orang lain dan kemudian meminta maaf, si korban akan dengan mudah memaafkan. Namun, bekas lukanya tetap terlihat.

Dedy yang juga saat ini sedang mengurusi kemunduran dirinya dari jabatan sebagai Ketua DPP Golkar berharap kepada pihak kepolisian untuk tetap mengusut tuntas kasus tersebut karena sudah banyak laporan yang masuk.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada seluruh umat Islam di Indonesia yang merasa tersinggung dengan ucapannya.

Ahok menafsirkan Surat Al-Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

Ahok mengatakan tidak berniat melecehkan ayat suci Al Quran.

Karenanya, Ahok menyampaikan permintaan maaf, bila ada yang tersinggung karena ucapannya.

"Saya sampaikan kepada semua umat Islam, ataupun orang yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam ataupun Al Quran," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (10/10/2016).

Apa yang disampaikannya di hadapan warga Kepulauan Seribu, ucap Ahok, merupakan tafsiran pribadi.

Ahok tak mengira akan membuat gaduh. Ahok meminta seluruh masyarakat untuk tidak memperpanjang persoalan.

"Saya minta maaf untuk kegaduhan ini. Saya pikir komentar ini, jangan diteruskan lagi. Ini tentu mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara," ucap Ahok. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved