Jendela Dunia

Hillary Clinton: Donald Trump Tak Pantas Jadi Presiden

Dalam debat berdurasi 90 menit itu, secara sengit Donald Trump dan Hillary Clinton saling menyerang dengan isu-isu yang menjerat mereka.

Hillary Clinton: Donald Trump Tak Pantas Jadi Presiden
Getty/CNN
Hillary Clinton dan Donald Trump 

BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON - Calon presiden Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton menyebut rivalnya, Donald Trump, tak pantas menjadi Presiden AS.

Hal itu diucapkannya dalam debat kedua calon presiden AS, Senin (10/10/2016), di Washington University, Missouri, AS.

Dalam debat berdurasi 90 menit itu, secara sengit Donald Trump dan Hillary Clinton saling menyerang dengan isu-isu yang menjerat mereka.

Donald Trump menyerang Hillary Clinton dengan isu email dan celaan terkait kebijakan-kebijakannya selama menjadi Menteri Luar Negeri AS.

Hillary Clinton lalu menyerang Donald Trump dengan isu soal komentar cabulnya terhadap perempuan yang terekam dalam sebuah video.

Video yang menjadi viral sejak pekan lalu itu kemudian disambut panas Donald Trump yang disebutnya sebagai sekadar percakapan pribadi.

Hillary Clinton kemudian menyebut Donald Trump sebagai pecundang yang telah melecehkan martabat perempuan.

Menurutnya, ini bukan pertama kalinya Donald Trump bersikap melecehkan, sebab sebelumnya ia juga pernah menargetkan kaum imigran dan muslim.

"Saya banyak tidak setuju dengan andidat dari Partai Republik soal politik, kebijakan, atau prinsip. Tapi, saya tak pernah meragukan mereka untuk menjadi presiden," kata Hillary Clinton.

"Donald Trump berbeda. Video ini bukan satu-satunya yang membuat saya meragukannya untuk menjadi presiden," tambahnya.

"Sejak Juni lalu sudah saya katakan, Donald Trump tak pantas menjadi presiden dan komandan tertinggi negeri ini," ucap Hillary Clinton.

Debat putaran kedua ini kembali berlangsung sengit, sebab Donald Trump telah berjanji akan memukul habis Hillary Clinton.

Namun, tetap saja dalam debat putaran kedua ini capres yang dijagokan adalah Hillary Clinton.

Berdasarkan hasil poling yang dilakukan beberapa media atas debat ini, dukungan terbanyak dimiliki oleh Hillary Clinton. (Slate/Vox)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved