Berita Regional

Sekarang Ada Klinik Lansia, Jadi Tak Perlu Repot Mengantre

Sebelumnya, Muntana (56), pengidap diabetes, harus menjalani cek kesehatan rutin dan pengobatan sebulan sekali. Setiap kali berkunjung ke rumah sakit

Sekarang Ada Klinik Lansia, Jadi Tak Perlu Repot Mengantre
kompas.com
Klinik Lansia merupakan layanan inovatif yang digagas Puskesmas Putri Ayu, Kota Jambi. Berbagai jenis layanan kesehatan bisa didapatkan kaum sepuh berusia 56 tahun ke atas, sekaligus dalam satu ruangan saja. Dengan demikian mereka tak perlu mengantre berjam-jam di loket umum. Pengobatan pun berjalan lebih maksimal. Gambar diambil akhir Juli lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ketika kebutuhan kaum lanjut usia (lansia) sering kali terabaikan, kondisi sebaliknya terjadi di Puskesmas Putri Ayu, Kota Jambi. Di sana, kaum lanjut usia justru mendapatkan perlakuan istimewa. Mereka mendapatkan berbagai jenis pelayanan kesehatan sekaligus hanya dalam satu ruang. Tidak perlu lagi repot-repot mengantre.

Sebelumnya, Muntana (56), pengidap diabetes, harus menjalani cek kesehatan rutin dan pengobatan sebulan sekali. Setiap kali berkunjung ke rumah sakit, ia harus melalui seluruh rangkaian yang melelahkan, mulai dari antrean pendaftaran, antrean pengecekan rutin, hingga antrean untuk mendapatkan obat. Kalau dihitung-hitung, sekali kunjungan ke rumah sakit saja memakan waktu 2-3 jam. Berobat akhirnya menjadi hal yang melelahkan baginya.

Setahun lalu, layanan kesehatan bagi Muntana yang terdaftar lewat fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditransfer dari salah satu rumah sakit swasta ke Puskesmas Putri Ayu. Muntana semula khawatir bakal memperoleh pelayanan lebih buruk. Terlebih lagi dengan label puskesmas, pasien biasanya harus menjalani antrean lebih panjang demi memperoleh layanan. Namun, ia tak menyangka kondisi terjadi justru sebaliknya.

Di Puskesmas Putri Ayu, seluruh pasien lanjut usia seperti dirinya mendapatkan kemudahan dalam sebuah unit pelayanan yang bernama klinik lansia. Semua bentuk layanan diberikan dalam satu ruangan. Di ruangan itulah, ia menjalani seluruh tahapan pelayanan sekaligus, mulai dari pendaftaran, anamnesis (pemeriksaan awal), pemeriksaan dokter, hingga pengambilan obat di apotek. Dari satu loket ke loket lain hanya berjarak 1 meter, alias bisa dikatakan seluruh layanan ia peroleh dalam satu ruangan. Begitu terpadu.

"Sekarang enggak susah lagi berobat. Enggak capek," ujarnya. Tak sampai 1 jam, seluruh urusan selesai. Muntana pun bisa pulang.

Klinik lansia adalah layanan kesehatan inovatif Puskesmas Putri Ayu. Layanan yang digagas tiga tahun lalu tersebut bertujuan memberikan kemudahan bagi kaum lanjut usia. Para pasien dengan umur 56 tahun ke atas tidak perlu lagi mengantre bersama banyak pasien lainnya. Klinik itu berada di lantai 1, antara ruang Instalasi Gawat Darurat dan pintu keluar puskesmas sehingga mudah dijangkau.

Keluhan lansia

Klinik lansia hadir sebagai solusi atas keluhan para pasien orang tua. Salah satu penggagas ide layanan ini, dr Imat Rahatilah, menjelaskan, gedung Puskesmas Putri terdiri dari dua lantai. Lantai pertama untuk pelayanan rawat inap, lantai kedua untuk layanan rawat jalan. Untuk mencapai lantai kedua tidak ada lift, hanya tangga. Hal itu sering menimbulkan keluhan pasien lanjut usia karena mereka kesulitan menaiki anak tangga untuk mencapai lantai kedua.

Selain itu, banyak pasien lansia juga berpenyakit kronis, seperti hipertensi, diabetes, atau rematik, sehingga berobat ke puskesmas menjadi tidak teratur. Ketidakteraturan pengobatan dikhawatirkan akan semakin memperberat kondisi penyakit dan risiko untuk terjadi komplikasi. Mereka juga mengeluh jadi cenderung malas berobat karena letak pelayanan rawat jalan yang sulit dijangkau.

Keluhan lain yang sering disampaikan pasien lansia adalah waktu tunggu yang lama. Pasien sering berjubel di loket, poli umum, dan apotek. Dengan jumlah pasien yang berobat mencapai 250 orang per hari, pelayanan tidak dapat cepat tertangani karena jumlah petugas kesehatan terbatas.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved