Berita Regional

Tak Ada Tempat Belajar Agama Hindu di Pelataran Rumah Pun Jadi

"Dalam sepekan, kami mengajari pelajar yang beragama Hindu satu kali dengan durasi 120 menit setiap pertemuan"

Tak Ada Tempat Belajar Agama Hindu di Pelataran Rumah Pun Jadi
istimewa
Ilustrasi para pelajar beragama Hindu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PURWAKARTA -Pengajar agama Hindu di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang biasa mengajar agama untuk pelajar beragama Hindu menjalani kegiatan belajar dengan meminjam pelataran rumah warga.

"Dalam sepekan, kami mengajari pelajar yang beragama Hindu satu kali dengan durasi 120 menit setiap pertemuan," kata pemuka agama Hindu sekaligus guru bagi pelajar Hindi Purwakarta, I Made Kandi, Senin.

Ia mengaku tidak memiliki tempat khusus untuk mendidik atau mengajarkan agama para pelajar di Purwakarta yang beragama Hindu. Tapi hanya menggunakan tempat pelataran rumah warga yang bersedia meminjami untuk digunakan belajar.

Dikatakannya, hingga saat ini tidak ada pengajar agama Hindu di Purwakarta. Pihaknya sudah mengajukan pengajar PNS kurikulum Hindu ke Kementerian Agama, namun tidak ada.

"Jadinya saya yang dituakan untuk mengajar 25 siswa. Belajarnya di pelataran rumah warga," kata dia.

Sementara itu, para pengajar agama Katolik di Purwakarta yang biasa mengajar agama bagi siswa Katolik di sekolah-sekolah pemerintah, ternyata tidak memiliki penghasilan tetap.

Yohannes Baptis Sutarno, pengajar agama Katolik di Purwakarta mengatakan, kebetulan dirinya merupakan pengajar Katolik bagi seluruh siswa beragama Katolik di Purwakarta. Selama ini tidak ada honorarium karena ini sifatnya pelayanan gereja.

Ia mengatakan, pelajaran Katolik diajarkan dua minggu sekali di Purwakarta, setiap Sabtu dan Minggu.

Sutarno mengaku mengajari 185 siswa dari jenjang SD hingga perguruan tinggi, sekaligus melaksanakan kurikulum pelajaran Katolik dari Kementerian Agama.

"Di Purwakarta tidak ada guru PNS Kementerian Agama yang secara khusus mengajarkan Katolik sesuai kurikulum. Seharusnya memang ada, di daerah lain ada cuma di Purwakarta tidak ada," kata.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved