9 Hari Buron, Pembunuh Teman Satu Rumah di Kapuas Dibekuk di Rantau Tapin

Motif pembunuhan ini, kata Jukiman, Unai merasa kesal dengan korban, yang sering mengambil makanan miliknya.

9 Hari Buron, Pembunuh Teman Satu Rumah di Kapuas Dibekuk di Rantau Tapin
Istimewa
Junaidi alias Unai, tersangka kasus pembunuhan di Kapuas dibekuk anggota Resmob Polres Kapuas di Rantau Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Pelarian Junaidi alias Unai (28) hanya berumur sembilan hari. Anggota Resmob Polres Kapuas berhasil menangkap pembunuh Hamrani alias Iham (29) ini di sebuah warung di Rantau, Tapin, Kalsel, Rabu (12/10) siang.

Siang itu juga anggota Resmob Polres Kapuas membawa Unai ke Mapolres Kapuas. Di depan polisi, Unai mengaku nekat menghabisi korban karena korban sering mengambil makanan miliknya.

“Unai membunuh korban Minggu (2/10) sore sekitar pukul 18.00 WIB. Kemudian, Selasa (4/10) malam, warga menemukan mayat korban,” kata Kapolres Kapuas, AKBP Jukiman Situmorang, Kamis (13/10).

Jukiman mengatakan, setelah membunuh, Unai berjalan kaki menuju ke Sei Beras, yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi pembunuhan.

“Selama jadi buronan polisi, Unai tidur di beberapa tempat. Sedangkan makanan, dia sering diberi makanan oleh orang yang ditemuinya,” ujarnya.

Rencananya, kata Jukiman, Unai mau mengunjungi ibunya yang tinggal di Buntok, Kalteng. ”Sebelum sampai ke Buntok, Unai kami tangkap di sebuah warung di Rantau. Saat itu dia sedang mencari tumpangan gratis," ujarnya.

Jukiman menjelaskan, selama ini Unai dan korban sama-sama menempati sebuah rumah kosong di Jalan Kapuas, Gang Padat Karya, Kecamatan Selat Kapuas Kalteng.

“Keseharian Unai mengambil upah bercocok tanam padi. Setiap pulang kerja Unai selalu tidur di rumah kosong. Sementara korban Hamrani juga tinggal di rumah itu juga,” ujarnya.

Motif pembunuhan ini, kata Jukiman, Unai merasa kesal dengan korban, yang sering mengambil makanan miliknya.

“Selama ini korban dikenal tidak waras, namun dia tak pernah menganggu masyarakat sekitar. Atas perbuatannya, Unai dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman minimal 9 tahun penjara,” ujarnya.

Saat ditemui, Unai lebih banyak menunduk dan tidak mau menjawab pertanyaan yang dajukan Metro Banjar.

“Rencananya, kami akan membawa Unai ke Mapolda Kalteng untuk diperiksa kejiwaannya,” ujar Jukiman. (jd)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Jumat (14/10/2016)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved