Berita Regional

Perekrut TKW Meninggal Dunia di Malaysia Jadi Tersangka

"Saat perekrutannya, Damaris dibawa ke sebuah perusahaan jasa TKI yang kemudian melakukan pemalsuan dokumen milik Damaris"

Perekrut TKW Meninggal Dunia di Malaysia Jadi Tersangka
tribunnews.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUPANG - Aparat Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menangkap Abraham Betty, perekrut tenaga kerja wanita Damaris Neonufa (24), yang meninggal dunia di Malaysia pada September 2016.

Kasubdit IV Unit People Smuggling dan Trafficking Ajun Komisaris Besar Polisi Victor Silalahi mengatakan, Abraham ditangkap pada Kamis (13/10/2016) di wilayah Kota Kupang.

Pelaku langsung diamankan di Markas Polda NTT untuk menjalani pemeriksaan secara intensif.

"Saat perekrutannya, Damaris dibawa ke sebuah perusahaan jasa TKI yang kemudian melakukan pemalsuan dokumen milik Damaris dengan mengubah tempat domisili yang seharusnya berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, namun diubah menjadi Kabupaten Nagekeo," kata Viktor kepada wartawan, Kamis malam.

Polisi masih mendalami pemeriksaan terhadap pelaku dan menggali keterlibatan pihak lain.

Damaris, seorang TKW asal Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, meninggal dunia di Malaysia pada 14 September 2016.

Keluarga korban tidak menerima kejadian itu dan melaporkan Abraham ke Polda NTT, Sabtu (8/10/2016).

Abraham adalah orang yang pertama kali merekrut Damaris dari kampung halaman perempuan tersebut.

Juru bicara keluarga Damaris, Eliaser Neonufa, mengatakan bahwa keluarga korban melaporkan Abraham ke polisi karena dianggap orang yang paling bertanggung jawab atas kematian perempuan muda itu.

Eliaser mengatakan, Damaris meninggal dunia karena sakit. Keluarga baru mengetahui kematian Damaris dua pekan setelah ia meninggal dunia setelah diberitahu oleh petugas dari Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga kerja Indonesia (BNP3TKI) Kupang, Dinas Sosial Kabupaten TTS, serta Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Kabupaten TTS.

Menurut Eliaser, Damaris mulai bekerja di Malaysia pada September 2012 tanpa persetujuan keluarga dan aparat desa setempat.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved