Seputar Kaltim

Jembatan Kembar Pengurai Kemacetan di Samarinda Mulai Dikerjakan Lagi

Proyek pembangunan Jembatan Mahakam IV di Samarinda atau biasa disebut Jembatan Kembar, segera dilanjutkan.

Editor: Ernawati
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Bangunan pilon Jembatan Mahakam yang akan jadi penghubung Kecamatan Sungai Kunjang dengan Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (16/3/2016). Jembatan Kembar Mahakam Kota (Mahkota) saat proyeknya diresmikan Gubernur Awang Faroek Ishak pada 2012 digadang menjadi salah satu jembatan pengurai kemacetan lalu lintas,namun kini kondisinya mangkrak sejak 2 tahun lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Proyek pembangunan Jembatan Mahakam IV di Samarinda atau biasa disebut Jembatan Kembar, segera dilanjutkan. ‎

Meski sempat tertunda karena rasionalisasi defisit anggaran, pembangunan tahap III segera dikerjakan.

Kegiatan yang dilaksanakan antara lain identifikasi dan inventarisir lahan yang terkena kegiatan, pembangunan site fasilities, pemantauan lingkungan, dan manajemen traffic‎t.

Pelaksana Tugas Kasi Jembatan ‎Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Kaltim, M Husnal Yadian, mengatakan saat ini tahap III sedang berjalan.

"Kami koordinasi dengan seluruh pihak yang terkait kegiatan ini. Misalnya, Pemkot Samarinda. Sudah beberapa kali kita berkoordinasi untuk jalan pendekat di sisi Samarinda Kota," kata Husnal, kepada Tribun, saat meninjau lokasi yang akan digunakan sisi jalan pendekat di Jalan Selamet Riyadi, Samarinda, Selasa (18/10/2016).

Ia menjelaskan, untuk jalan pendekat di sisi Samarinda Kota, sedang diinvetarisir aset lahan dan tumbuhan atau tanaman milik Pemkot Samarinda.

"Kalau lahan sudah tidak ada masalah dengan Pemkot. Untuk tumbuhan, kami akan ganti bibit," ujar Husnal yang didampingi Nyoman Suardika yang menjabat Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan jalan pendekat sisi Samarinda Seberang.

Untuk kegiatan jalan pendekat di sisi Samarinda Kota, akan dibutuhkan lebar seluas 10 meter lebih dari areal sepanjang taman tepian Mahakam. Tepatnya di dekat sekitar Masjid Darunni'mah.

"Untuk pohon-pohon besar, kalau memang ada yang terkena untuk pier/pilar pendekat, kita tebang. Tapi kalau tidak terkena, tetap kita biarkan pohonnya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved