Seputar Banjarmasin
Pencuri Detonator Bom PT Adaro Belum Juga Terungkap, Ini Kata Polisi
Pasalnya hingga kini penyidik belum menemukan para pelaku pencurian detonator itu dan motifnya, apakah murni pencurian atau ada motif lain
Penulis: Irfani Rahman | Editor: Mustain Khaitami
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hampir dua minggu berlalu, pelaku pencurian ratusan detonator bom milik PT Adaro Indonesia sepertinya masih misterius . Penyidik gabungan Polda Kalsel dan Polres Tabalong sepertinya belum menemukan titik terang,
Pasalnya hingga kini penyidik belum menemukan para pelaku pencurian detonator itu dan motifnya, apakah murni pencurian atau ada motif lain hilangya alat detonator yang susah didapat di pasaran ini.
Direktur Kriminal Umum Polda Kalsel AKBP Sofyan Hidayat yang dikonfirmasi disela-sela acara Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 64 di Polda mengatakan anggota masih di lapangan melakukan penyidikan kasus pencurian detonator ini.
"Anggota masih melakukan penelusuran di lapangan. Kita masih melalukan pencarian," ucap Sofyan ketika ditanya kelanjutan kasus ini.
Apakah motif pelaku menggasak detonator ini. Sofyan mengatakan hal ini masih mereka dalami yakni dengan melakukan pemeriksaan terhadap beberrapa saksi.
"Kita telah mintai keterangan sedikitnya 10 orang, baik itu petugas yang melakukan piket malam dan lainnya," jelasnya mengiyakan barang detonator ini memang susah dicari atau dibeli.
Sekedat diketajui , ratusan alat pemicu bom atau detonator milik PT Adaro Indonesia di di Desa Padang Panjang. Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong .
Jumlah detonator yang hilang sebanyak 183 buah dimana detonator itu terbungkus dalam tiga dos (dimana satu dos berisi 60 detonator) dan beberapa buah (pieces, Red). Harga detonator yang hilang itu sendiri ditaksir sekitar Rp 45 juta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/beberapa-macam-detonator-elektrik_20161006_221938.jpg)