IDI HST Ikut Menolak Program Studi Dokter Layanan Primer

Ikatan Dokter Indonesia Cabang Barabai, menyatakan mendukung penolakan program studi DLP (dokter layanan Primer)

Penulis: Hanani | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/hanani
IDI HST dengan spanduk dukungan terhadap perjuangan menolak Program Studi Dokter Layanan Primer, Senin (24/10/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Ikatan Dokter Indonesia Cabang Barabai, menyatakan mendukung penolakan program studi DLP (dokter layanan Primer), sesuai hasil Muktamar IDI pada 2015 lalu di Medan. Ketua IDI HST, dr Aris Sugiharjo, kepada BPost Online, Senin (24/10/2016) mengatakan, Program studi DLP hanya akan menambah beban biaya dan menambah panjang proses belajar calon dokter.

Selain itu, masalah kesehatan primer tidak bisa dibebankan kepada dokter. "Masalah kesehatan primer ada 3 komponen yaitu dokter, ketersediaan obat, dan sarana penunjang di antaranya laboratorium dasar,"jelas dokter spesialis dalam di RSUD Barabai ini.

Dijelaskan, aksi damai seperti demo yang hari ini dilaksanakan di Jakarta tak diakukan IDI HST.

"Namun, pada HUT IDI Minggu 23 Oktober di pendopo kabupaten, di hadapan kepada Bupati HST H Abdul Latif, dan Wakil bupati kami sudah menyampaikan, bahwa ada tema lokal yang kami ingin sampaikan ke masyarakat, yaitu "Menuju HST bebas narkoba. Bahwa Indonesia sedang darurat narkoba dan perlu kegiatan positif untuk anak-anak muda supaya terhindar bahaya narkoba," jelas Aris. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved