Berita Kabupaten Banjar

Peternak Sukses Ini Terpaksa Istirahat Ternak Itik, Apa Alasannya Ya?

Ternak itiknya, hingga mencapai 1500 ekor. Namun, pasca serangan flu burung yang menyebabkan itiknya mati Rajimi tidak lagi mengisi kandangnya.

Penulis: Hari Widodo | Editor: Didik Triomarsidi
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Dinas Perikanan dan Peternakan HSU bekerjasama dengan Balai Veteriner Banjarbaru untuk pengambilan sampel itik melalui media swab kloaka yang dilakukan di Pasar Alabio, Kecamatan Sungai Pandan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Rajimi tadinya adalah salah satu peternak itik sukses di Desa Tatah Layap, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar.

Ternak itiknya, hingga mencapai 1500 ekor. Namun, pasca serangan flu burung yang menyebabkan itiknya mati Rajimi tidak lagi mengisi kandangnya.

"Belum lagi kita mulai. Kita masih istirahatkan kandangnya. Saya rutin semprot kandang dengan disinfektan yang diberikan Dinas Peternakan. Tujuannya, agar virusnya benar-benar mati," ujar Rajimi.

Senada juga diungkapkan Basith Peternak di Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan. hingga saat ini, Basith belum mengisi kandang itiknya.

Lima bulan berlalu sejak kematian massa terhadap 500 ekor itiknya, Dia belum mengisi kandangnya.

"Masih agak khawatir. Kalau-kalau virusnya masih hidup. Makanya, istirahat agak lama biar benar-benar aman dulu," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved