Refleksi HUT ke 71 PLN

Membangun Listrik Raksasa di Wilayah Kalimantan

Mempersiapkan agar suatu daerah dapat lebih cepat berkembang, maka sistem kelistrikan sangat penting dirancang dengan baik sehingga antara

Membangun Listrik Raksasa di Wilayah Kalimantan
BPost cetak
Hermani Abdurrachman 

Oleh: Hermani Abdurrachman
Pengamat Ekonomi

Mempersiapkan agar suatu daerah dapat lebih cepat berkembang, maka sistem kelistrikan sangat penting dirancang dengan baik sehingga antara supply penerangan dengan kebutuhan masyarakat akan listrik dapat dipenuhi secara baik. Sistem kelistrikan yang baik dan sehat, mutlak dimiliki wilayah modern termasuk di Kalimantan yang sampai saat ini masih sering terjadi pemadaman karena tidak ada keseimbangan pelayanan listrik dengan penerangan yang diminta masyarakat.

Apalagi kalau bicara untuk perkembangan dan kemajuan di sektor Industri, tentunya akan menghadapi kendala dalam sistem kelistrikan di perusahaan tersebut.

Padahal permintaan kebutuhan listrik masih kebanyakan untuk keperluan rumah tangga, sedangkan untuk sektor industri belum dapat berkembang dan tumbuh semaju dibandingkan dengan daerah lain. Di sisi lain juga disebabkan kapasitas terpasang daya listrik PLN yang ada di Kalselteng baru memiliki daya listrik 486 megawatt (MW) dengan beban puncaknya 485 MW.

PT PLN saat ini sedang membangun tambahan daya listrik 60 MW untuk wilayah Kalselteng. Tambahan kapasitas tersebut diperoleh dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulangpisau di Kalteng dan saat ini PLTU tersebut memasuki masa pengujian.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Djoko R Abumanan, mengatakan, PLTU Pulangpisau mempunyai daya terpasang 2 x 60 MW dibangun di Desa Buntoi Kabupaten Kapuas, Kalteng. PLTU tersebut dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 1,9 triliun dan ini akan memperkuat sistem kelistrikan di Kalselteng, sehingga pada gilirannya kedua provinsi mempunyai daya listrik 486 MW. Dan kalau sudah beroperasi PLTU Pulangpisau Unit 1, maka daya listrik mampu meningkat menjadi 546 MW.

Selain itu, PT PLN saat ini juga sedang menyiapkan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Bangkanai 155 MW di Desa Karendan, Kabupaten Barito Utara, Kalteng. PLTMG itu juga diharapkan dapat menambah pasokan listrik di Kalselteng di masa mendatang. Saat ini, juga sedang dibangun jaringan transmisi 150 KV yang akan digunakan untuk menyalurkan listrik dari PLTMG Bangkanai dan akan dimasukkan juga ke sistem kelistrikan yang ada di Kalselteng.

Persoalan listrik di wilayah Kalselteng kondisinya saat ini tidak ideal, sehingga sering terjadi pemadaman. Menurut sumber data dari PLN yang menginformasikan, bahwa sistem kelistrikan yang meliputi Kalselteng, daya yang tersedia hanya 323 MW dengan beban puncak 322 MW. Ini pun diluar penggunaan untuk bisnis dan industri.

Juga terkait kondisi PLTU Asam-asam yang sering mengalami gangguan, sehingga menambah frekuensi pemadaman. Juga bisa diakibatkan oleh gangguan yang disebabkan angin kencang, sehingga menyebabkan jaringan menjadi rusak akibat ditimpa pohon tumbang.

Selama PLTU Asam-asam mengalami masalah dan gangguan itu akan mengakibatkan secara otomatis pula keluar dari sistem kelistrikan. Oleh karena itu, akan terjadi kekurangan daya 120 MW akibat terhentinya beroperasi dan akan berdampak bagi pelanggan di wilayah Kalselteng.

Batu Bara Thailand
Pada November 2007 penulis berkunjung ke Mae Moh Mine, Provinsi Lampang, Thailand, sekadar traveling dan sight seeing bersama rombongan termasuk ada beberapa anggota dari PLN Pusat dan orang-orang dari tambang PT Adaro dan dari kontraktornya.

Halaman
123
Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved