Insan Muda Banua

Bangjeck Pelopor Bisnis Online Delivery

Sebelum sempat berkembang, dirinya memutuskan untuk kembali ke Jawa dan menjabat sebagai manager salah satu jasa keuangan.

Editor: Yamani Ramlan
Istimewa
Angga Aditya Rahman, CEO dan Founder Bang Jeck Indonesia. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebelum mendirikan PT Bang Jeck Indonesia (Bangjeck Indonesia), Angga Aditya Rahman terlebih dahulu menggeluti usaha di bidang ekspedisi pengiriman barang di Banjarmasin.

Sebelum sempat berkembang, dirinya memutuskan untuk kembali ke Jawa dan menjabat sebagai manager salah satu jasa keuangan.

Rutinitas kantor yang sangat padat dan menyita waktu, membuatnya memutuskan untuk kembali berwirausaha, yakni dengan kembali ke Banjarmasin dan berbisnis Cheese Cake Lumer.

Dari usaha tersebut merupakan awal mula berdirinya Bangjeck Indonesia. Pada 2015, perekonomian di Banjarmasin sedang dalam kondisi kurang baik, banyak sekali perusahaan-perusahaan pertambangan yang memutuskan untuk menutup usaha tambangnya, hal tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah karyawan yang kehilangan pekerjaan.

"Bermula dari hal tersebut, Saya yang sedang berbisnis kue, yang mana bisnis tersebut semakin besar dan masalah yang dihadapi adalah terkait pengiriman," kata CEO dan Founder Bang Jeck Indonesia ini.

Pria kelahiran Mojokerto 1985 ini sangat sulit mencari jasa pengiriman yang dapat mengirim kue ke pembeli.

Bersama dengan Muhammad Denny Saputra yang kini menjabat Co-Founder, Bayu Permana (Co-Founder) dan Kukuh Yudha Kartika (Co-Founder), akhirnya Angga memutuskan untuk mendirikan Jasa Pengiriman (City Courrier), yang selanjutnya bernama BangJeck, tepatnya pada April 2015.

Pada saat itu, belum ada jasa delivery online di Banjarmasin. Bangjeck sendiri merupakan singkatan dari Bang = Bangga, J= Jujur, E= Etos kerja yang baik, C= Cerdas, K=Kerja Keras.

Sebagai pelaku bisnis delivery online pertama di Banjarmasin, membuat Bangjeck Indonesia dapat berkembang dengan cepat. Berawal dari lima driver, saat ini Bangjeck Indonesia telah bermitra dengan 140 driver dan 50 pengusaha kuliner, khususnya Usaha kecil dan Menengah (UKM).

"Sampai dengan saat ini, kami telah memiliki tim yang terdiri dari delapan orang, dimana semuanya adalah pemuda. Prinsip kami dalam menjalankan bisnis Bangjeck Indonesia adalah tidak melulu memikirkan untung dan rugi, tapi juga harus mengandung nilai sosial dan memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Hal tersebut diwujudkan kedalam program Bangjeck Berbagi setiap hari Jumat. Pihaknya ingin membuktikan bahwa pemuda juga dapat memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara, meskipun sekecil apapun kontribusi tersebut.

Saat ini pihaknya membuka peluang kerjasama bagi para pelaku UKM, khususnya di bidang kuliner untuk bergabung ke dalam portal Online FoodCourt yang di kembangkan oleh Bangjeck Indonesia, yang berbentuk Aplikasi Android.

Ke depan diharapkan portal Online FoodCourt tersebut dapat membantu para pelaku UKM kuliner untuk lebih maju dan berkembang. Dengan Online FOodCourt, Bangjeck Indonesia mengajak UKM untuk "GO Digital", sehingga produk kulinernya dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Bangjeck Indonesia hasil karya anak muda, membantu mewujudkan program pemerintah dalam membangun ekonomi kreatif.

"Saya pribadi dan tim Bangjeck Indonesia mengucapkan selamat hari sumpah pemuda, mari menjadi yang muda yang berkarya," tambahnya. (has)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved