Berita Tanahlaut
Air Sungai Riamadungan Jadi Sumber Kehidupan
Pola hidup warga di Desa Riamadungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala) hingga kini masih tergolong tradisional.
Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Mustain Khaitami
BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Pola hidup warga di Desa Riamadungan, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala) hingga kini masih tergolong tradisional.
Untuk kebutuhan air rumah tangga, termasuk untuk air minum, sebagian warga setempat masih mengandalkan air sungai setempat.
Letak sungai lumayan jauh dari permukiman, sekitar 300 meter dari rumah warga terdekat. Permukiman warga setempat terpencar-pencar dengan jarak antarsebagian rumah penduduk yang cukup berjauhan.
Tim Survey dan Penggalian Potensi Wisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tanahlaut (Tala) dalam kegiatan ekspedisinya yang berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (28/10/2016) hingga Minggu (30/10/2016) beberapa kali menemui warga setempat mengambil air sungai menggunakan jeriken besar volume sekitar 20 liter.
Mereka mengatakan air tersebut untuk air minum dan memasak.
Air sungai di Riamadungan memang masih sangat alami, karena bersumber dari air pegunungan.
Airnya sangat jernih dan segar. Bebatuan yang merupakan dasar sungai bahkan terlihat secara jelas. Sebagian warga juga mandi di sungai tersebut. (*)
Banjarmasin post group
WARGA Riamadungan mengambil air di sungai setempat. Air sungai ini sangat jernih dan segar karena bersumber dari pegunungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sungai-desa-riamadungan_20161029_073010.jpg)