Berita Regional

Istri Dipukul Suami karena Menolak Diajak ke Gereja, Ternyata Ini yang Terjadi

Tak terima dipukuli, S kemudian mengadukan suaminya ke Polres Pematangsiantar, Minggu (30/10/2016).

Istri Dipukul Suami karena Menolak Diajak ke Gereja, Ternyata Ini yang Terjadi
kompas.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PEMATANGSIANTAR - S boru Sihite, warga Kelurahan Tambun Nabolon, Pematangsiantar, dipukul suaminya, R Silaban karena menolak diajak beribadah ke gereja.

Tak terima dipukuli, S kemudian mengadukan suaminya ke Polres Pematangsiantar, Minggu (30/10/2016).

Kepada petugas SPKT, S meceritakan, awalnya pada Minggu pagi R Silaban mengajak istrinya pergi ibadah bersama-sama ke salah satu gereja di Jalan A Yani, Pematangsiantar.

S boru Sihite menolak ajakan suaminya dengan alasan tak enak badan karena memang tengah mengandung anak ketiganya. Lalu S masuk ke kamar.

R Silaban yang sehari-hari berdagang mainan anak-anak ini mencoba menasihati istrinya. Namun pasangan suami istri yang telah menikah selama enam tahun ini malah terlibat cekcok di dalam kamar.

R Silaban emosi dan spontan menampar wajah istrinya.

"Badanku tak enak, makanya aku ngak bisa ikut beribadah. Tapi suamiku marah dan memukuli wajahku. Aku sudah rela lah kalau cerai," kata S boru Sihite kepada petugas SPKT.

Sambil meneteskan air mata, dia mengaku sudah sering mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya.

"Bukan kali ini aja aku dipukuli, Pak. Karena sudah sering lah, makanya aku sudah tak tahan dan ingin mengadu ke sini," katanya.

E boru Simanjuntak, teman S boru Sihite, saat ditemui di Polres Pematangsiantar mengaku, awalnya sudah menasihati S agar tidak perlu mengadu ke Polres. Apalagi tidak ada luka di wajahnya setelah dipukul suaminya.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved