Berita Regional

Sungguh Malang! Lelaki Ini Sudah 20 Tahun Dikurung di Ruangan Lembab Tak Berpintu

Supriyadi dikurung di ruangan sempit berukuran 1,5 x 3 meter yang ada di komplek rumahnya selama lebih dari 20 tahun

Sungguh Malang! Lelaki Ini Sudah 20 Tahun Dikurung di Ruangan Lembab Tak Berpintu
kompas.com
Supariyadi (tengah) penderita gangguan jiwa saat mau dimandikan oleh petugas usai dikeluarkan dari ruangan yang membekapnya, Senin (31/10/2016) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MALANG - Supriyadi (49) warga Desa Panarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur akhirnya terbebas dari ruangan sempit dan pengap, Senin (31/10/2016).

Hal itu setelah petugas dari Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat dan Dinas Sosial Jawa Timur, menjemputnya.

Supriyadi dikurung di ruangan sempit berukuran 1,5 x 3 meter yang ada di komplek rumahnya selama lebih dari 20 tahun. Tidak ada pintu dalam ruangan dengan dinding gedung itu. Hanya ada satu ventilasi yang terpagar besi.

Untuk membebaskannya, petugas harus membongkar gedung tersebut.

Siti Halimah, ibu kandung Supriyadi mengatakan, anaknya itu mengalami gangguan jiwa sejak masih duduk di bangku kelas III SMA.

Sejak saat itu, ia mengamuk. Sehingga ia dan keluarganya yang lain akhirnya mengurung Supriyadi di ruangan tersebut.

"Dulu bapaknya pernah dipukul dengan lampu. Lalu dikejar-kejar. Tetangga juga ada yang dipukul," katanya.

Ia mengaku, pihaknya sudah berulang kali berupaya untuk mengobati Supriyadi. Namun gangguan jiwa itu tak kunjung sembuh.

"Sudah tiga kali dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Porong Sidoarjo. Tapi pulang sendiri ke sini," kata Halimah.

Suhud, kakak ipar Supriyadi mengaku sudak tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi adiknya itu. Ia hanya memberi makan Supriyadi tiga kali dalam sehari.

"Ya dianterin makan. Begitu aja mas," ucapnya.

Setelah berhasil dikeluarkan dari ruangan tak berpintu itu, Supriyadi langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Radjiman Wediodiningrat, Lawang, Kabupaten Malang untuk menjalani perawatan.

Ia dimandikan oleh petugas. Selepas dari ruangannya yang pengap itu, Supriyadi selalu berteriak memanggil nama Imam Syafi'e yang merupakan teman sepermainannya waktu masih belum mengalami gangguan jiwa.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved