Profesi Advokat Bisa Membantu Masyarakat dari Berbagai Lapisan
Siapa sangka meski masih tergolong muda, gadis berhijab ini bisa dikatakan sangat senang sekolah
Penulis: Irfani Rahman | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Senyum semringah mengembanh di wajah cantik gadis muda ini kala dilantik dan disumpah menjadi advokat pekan lalu.
Ditemani sang adik, gadis muda ini merasa salah satu dari cita-citanya menjadi advokat sudah tercapai.
Siapa sangka meski masih tergolong muda, gadis berhijab ini bisa dikatakan sangat senang sekolah.
Tak heran saat ini ia tengah mengambil program doktoral di Universitas Gajah Mada meski usianya masih dibilang sangat muda.
Saat berbincang dengan insight, gadis cantik ini mengatakan ketertarikannya di dunia pengacara bermula dari lolosnya dirinya saat seleksi program beasiswa pada 2007 lalu. Yang ini membuatnya memasuki dunia hukum dengan mulai mempelajari hukum di fakultas hukum UGM.

"Saya tertarik untuk menjadi pengacara, karena menurutku pengacara merupakan profesi adalah profesi yang mulia karena membantu masyarakat yang membutuhkan dalam perjuangan hak haknya didepan hukum, dan juga salah satu cara mengaplikasikan ilmu yang saya pelajari selama ini dengan berprofesi dibidang hukum," tuturnya.
Meski diakuinya sebenarnya banyak jalan untuk itu bisa menjadi dosen, notaris, dan lain sebagainya. Apakah tertarik bidang pengacara perdata atau pidana?
Menurutnya hanya tergantung kondisi, maksudnya jika memang saya merasa sanggup dan menguasai kasus atau perkara tersebut kenapa tidak keduanya? Cuma kalau lebih memilih dirinua lebih teryarik dibidang perdata.
Terus 'bersekolah' ia akui tak lepas dari support dan doa orang tua, kakak, adik, keluarga dan seluruh pihak yang mendukungnya sehingga ia dapat menyelesaikan pascasarjana di magister kenotariatan di usia 22 tahun dan juga di Universitas Gadjah Mada.
"Sekarang saya sedang menjalani pendidikan progam doktoral di universitas yang sama. Aku rasa belajar itu tidak akan ada habisnya, semakin kita belajar semakin bertambah ilmu pengetahuan yang kita miliki, dan pengetahuan itu bekal kita sebagainya penasehat hukum yang berkualitas," jelasnya.
Disinggung soal pendidikan bagi perempuan, menurut gadis kelahiran 10 Desember 1990 ini pendidikan sangat penting bagi perempuan.
Nabi Muhammad saw bersabda "menuntut ilmu wajib bagi laki laki dan perempuan".
"Ilmu adalah bekal masa depan perempuan, dengan pendidikan dia tahu mana hak dan kewajiban,pola berfikir yang berkembang, mendapatkan perlakuan dan kedudukan yang sama, disamping itu tonggak keberhasilan suatu negara berada pada perempuan, karena perempuanlah pencetak geneasi masa depan serta pendidik pertama dalam keluarga yang membentuk keluarga yang cerdas dan berakhlak," papar gadis yang hobi travelling ini. (*)
Biodata:
Nama : Uswatun hasanah SH.,M.Kn.
Pendidikan:
1,S1 sarjana hukum UGM
2.S2 magister kenotariatan UGM
3. sekarang sedang menjalani pendidikan S3 di UGM.
Pernah aktif di organisasi
1. Community of Santri Scholars of Ministry of Religion Affairs UGM, 2007-2008
2. Organisasi keluarga magister kenotariatan UGM, 2012-2013
3. Delegasi di Jambore Santri ,2009
Orangtua
Ayah: Drs H Nordin
Ibu: Drs. Hj Siti Norhasanah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/uswatun-hasanah-shmkn_20161101_105947.jpg)