Menuju Trisakti Baru

Aktivitas bongkar muat di pelabuhan kebanggaan urang Banua ini memang terus meningkat. Seperti disampaikan GM Pelindo III Banjarmasin

Menuju Trisakti Baru
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Calon penumpang di pelabuhan trisakti 

SELASA (1/11), PT Pelindo III Banjarmasin menggelar selamatan menyambut tiga rubber tyred gantry (RTG) yang bakal meramaikan fasilitas RTG yang telah ada di pelabuhan setempat. Meskipun tidak benar-benar baru, namun RTG limpahan dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang itu diharapkan bisa meningkatkan pelayanan di Trisakti.

Aktivitas bongkar muat di pelabuhan kebanggaan urang Banua ini memang terus meningkat. Seperti disampaikan GM Pelindo III Banjarmasin Hengki Jajang Herasmana, hingga Oktober 2016, arus bongkar muat barang di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sekitar 380.000 teus, naik sekitar 5 persen dibanding tahun lalu. Harapannya tahun ini bongkar muat barang yang dilayani mencapai 400.000 teus.

Pelbagai upaya memang terus dilakukan pihak Pelindo III untuk mewujudkan mega proyek Pelabuhan Trisakti Baru. Pembenahan dan kelengkapan fasilitas di kawasan pelabuhan petikemas menjadi salah satu yang paling diutamakan.

Kehadiran tiga RTG baru ini menambah koleksi 11 RTG yang telah ada di pelabuhan setempat. Sesuai dengan road map pengembangan Pelabuhan Trisakti Baru, rencananya RTG ini akan kembali ditambah tahun depan.

Sebelumnya, kehadiran empat container crane (CC) baru dari China yang diresmikan pada Februari 2016 silam, juga menunjang kecepatan aktivitas bongkar muat di pelabuhan setempat. Tiap CC memiliki kemampuan operasional sebanyak 35 boks petikemas per jam. Jauh lebih besar dibanding kapasitas CC sebelumnya yang hanya 24 boks per jam.

Perluasan container yard (CY) atau lahan penumpukan kontainer pun terus dilakukan. Pengembangan pelabuhan Banjarmasin yang lebih modern juga bekerja sama dengan Pemko Banjarmasin.

Dengan peningkatan fasilitas itu, Pelindo III selaku pengelola pun merencanakan adanya penyesuaian tarif baru untuk pelayanan yang diberikan. Alasannya, alat baru tentu perlu biaya operasional.

Sebenarnya wajar saja jika ada penyesuaian tarif. Namun sebaiknya ada hal-hal yang harus menjadi perhatian, agar baik penyedia jasa maupun pengguna jasa bisa sama-sama merasa nyaman dan diuntungkan.

Misalnya, mengenai fasilitas RTG yang kadang masih ngadat seperti dikeluhkan beberapa pengguna jasa pelabuhan. Dengan adanya tambahan RTG baru diharapkan lancar dan tidak ngadat agar kinerjanya lebih maksimal, karena waktu bongkar muat lebih efisien.

Selain itu perlu dukungan pemerintah, tidak hanya terhadap pengembangan pelabuhan. Tapi, juga mencarikan cara agar daerah ini bisa meningkatkan ekspor atau setidaknya pengiriman barang ke luar daerah.

Hal ini mengingat selama ini arus barang melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, lebih banyak barang yang masuk dibanding barang yang keluar. Jika hal ini bisa diwujudkan tentu muaranya berdampak pada pertumbuhan perekonomian daerah. (*)

Editor: BPost Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved